Ecozone

SCG Sulap Sampah Rumah Tangga Menjadi Bahan Bakar Industri

3
×

SCG Sulap Sampah Rumah Tangga Menjadi Bahan Bakar Industri

Sebarkan artikel ini
Tumpukan sampah plastik yang diolah oleh SCG Indonesia sebagai bahan bakar alternatif industri semen
SCG Indonesia mengolah sampah rumah tangga menjadi bahan bakar alternatif untuk mendukung ekonomi sirkular.

Jakarta – Perusahaan manufaktur SCG Indonesia mengintegrasikan pengelolaan sampah rumah tangga menjadi bahan bakar alternatif untuk industri semen guna menekan dampak lingkungan dan memperkuat ketahanan bisnis pada Jumat (18/09/2026).

Dilansir dari laman Katadata, langkah strategis ini diposisikan sebagai implementasi ekonomi sirkular yang menjadi keunggulan kompetitif perusahaan, bukan sekadar tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Timbulan sampah nasional di Indonesia diproyeksikan mencapai 80 juta ton, dengan kontribusi sampah plastik diperkirakan melampaui 7,5 juta ton.

“SCG melihat sampah bukan hanya sesuatu yang perlu dikelola, tetapi sebagai sumber daya yang bisa dipulihkan kembali,” kata Anawat Pornpunyapat, President Director PT Semen Jawa.

Fasilitas pengolahan Refuse-Derived Fuel (RDF) milik SCG di Sukabumi yang beroperasi sejak 2025 telah menyerap 62.790 ton sampah perkotaan.

Sampah tersebut diolah menjadi bahan bakar alternatif untuk memenuhi kebutuhan operasional PT Semen Jawa yang memiliki kapasitas produksi sekitar 2 juta ton semen per tahun.

“Kami menargetkan penggunaan bahan bakar alternatif hingga 70 persen pada 2030,” ujar Anawat.

Target ini merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang perusahaan untuk menyelaraskan dampak lingkungan dengan efisiensi operasional.

Anawat menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan kerangka 4P yang mencakup Public, Private, People, dan Partnership guna membangun ekosistem kolaboratif.

Model bisnis ini menghubungkan Semen Jawa sebagai unit produksi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi selaku regulator wilayah.

Komunitas yang diwakili oleh SCG Mentari serta jaringan Green Business Partner turut dilibatkan dalam ekosistem ini untuk mendukung prinsip Inclusive Green Growth.

Pemerintah daerah berperan menyediakan basis regulasi, sementara masyarakat berperan dalam proses pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.

Kabupaten Sukabumi saat ini mencatat volume sampah harian mencapai 827 ton yang sebelumnya hanya tertumpuk di tempat pembuangan akhir.

Melalui rantai proses yang terstruktur, sampah tersebut kini dialihkan menjadi komoditas bernilai ekonomi bagi sektor industri.

Atas konsistensi tersebut, SCG Indonesia menerima Apresiasi Inisiatif Tata Kelola Berkelanjutan untuk sektor material konstruksi dalam ajang Katadata ESG Insight (KESGI) Award 2026.

Penghargaan ini mengakui efektivitas inisiatif ESG yang dijalankan perusahaan melalui kolaborasi lintas sektor di Sukabumi.

Pengakuan tersebut diberikan dalam rangkaian acara Katadata SAFE 2026 yang berlangsung di Sudirman Hall, Sequis Tower, SCBD Jakarta.

Forum ini menjadi ruang diskusi bagi para pemangku kepentingan untuk membahas tantangan dan peluang menuju ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.

Dengan mengusung tema The Green Changer, kegiatan ini mendorong pertukaran gagasan untuk memperkuat ekonomi yang inklusif dan tangguh.