Ecozone

Rupiah Berpotensi Menguat Seiring Penurunan Harga Minyak Dunia

10
×

Rupiah Berpotensi Menguat Seiring Penurunan Harga Minyak Dunia

Sebarkan artikel ini
Tampilan layar grafik pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar AS
Nilai tukar Rupiah menguat terhadap Dolar AS pada perdagangan Jumat, 18 September 2026.

Jakarta – Nilai tukar mata uang rupiah mencatatkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (18/9/2026) di tengah sentimen penurunan harga minyak mentah dunia yang memengaruhi pasar global.

Dilansir dari Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.743 per dolar AS, mencerminkan apresiasi sebesar 0,06% atau 10 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.

Hingga pukul 09.06, mata uang Garuda terus mempertahankan momentum positif dengan menguat 0,18% atau 32 poin ke posisi Rp 17.721 per dolar AS.

Pada sesi perdagangan sebelumnya, rupiah sempat ditutup di level Rp 17.753 per dolar AS setelah mengalami tekanan pelemahan sebesar 60 poin.

Analis Doo Financial, Lukman Leong, menyatakan bahwa penguatan rupiah dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap pemulihan pasokan minyak dari Arab Saudi.

“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS seiring penurunan harga minyak mentah dunia, menyusul harapan bahwa Arab Saudi akan memulihkan sekitar setengah dari pasokan yang terdampak dalam beberapa hari ke depan,” kata Lukman.

Mengutip data Reuters, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman November 2026 turun 1% menjadi US$ 103,77 per barel.

Sejalan dengan hal tersebut, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS juga melemah 1% ke angka US$ 100,88 per barel.

Tren penurunan harga energi ini terjadi seiring dengan munculnya optimisme pelaku pasar terkait ketersediaan jalur distribusi alternatif untuk menjaga aliran minyak dari Timur Tengah ke pasar internasional.

Perkembangan tersebut memberikan tekanan terhadap indeks dolar AS serta imbal hasil obligasi pemerintah AS yang dipandang sebagai sentimen pendukung bagi mata uang domestik.

Secara teknikal, Lukman memproyeksikan pergerakan rupiah sepanjang hari ini akan berada pada rentang Rp 17.700 hingga Rp 17.800 per dolar AS.

Stabilitas harga komoditas energi dunia saat ini menjadi faktor krusial yang menentukan volatilitas nilai tukar mata uang negara berkembang terhadap mata uang Amerika Serikat.

Para pelaku pasar terus memantau perkembangan kebijakan suplai dari negara-negara produsen minyak utama untuk mengantisipasi gejolak lebih lanjut pada pasar valuta asing.

Sentimen positif dari pasar obligasi AS juga turut memberikan ruang bagi rupiah untuk melakukan konsolidasi di tengah dinamika ekonomi makro global yang terus berubah.

Investor diperkirakan akan tetap berhati-hati dalam menanggapi fluktuasi harga minyak yang dipengaruhi oleh ketegangan pasokan di Timur Tengah dalam jangka pendek.