Ecozone

Rupiah Menguat Usai Respons Positif Pasar atas Pergantian Menkeu

12
×

Rupiah Menguat Usai Respons Positif Pasar atas Pergantian Menkeu

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di layar monitor perdagangan pasar spot
Nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif terhadap dolar AS merespons sentimen pergantian Menteri Keuangan.

Jakarta – Nilai tukar rupiah menunjukkan pergerakan fluktuatif terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan pasar spot pada Selasa (15/9/2026) yang dipengaruhi oleh sentimen domestik terkait pergantian posisi Menteri Keuangan serta antisipasi pasar terhadap kebijakan moneter global.

Dilansir dari Bloomberg dan Katadata, mata uang Garuda sempat membuka perdagangan pada level Rp 17.662 per dolar AS atau menguat tipis 0,06%, namun kemudian terkoreksi tipis ke level Rp 17.668 per dolar AS hingga pukul 09.10.

Kondisi pasar saat ini mencerminkan respons pelaku ekonomi terhadap pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru yang menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9).

Analis Doo Financial, Lukman Leong, menyatakan bahwa pasar berpotensi memberikan sentimen positif terhadap suksesi di jajaran kementerian ekonomi tersebut.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul pergantian menkeu dari Purbaya kepada Suahasil, yang diharapkan akan direspons positif dari pasar,” kata Lukman.

Meskipun terdapat harapan penguatan, Lukman menilai ruang apresiasi rupiah masih cukup terbatas akibat tekanan eksternal yang masih membayangi pasar keuangan domestik.

Salah satu faktor penahan penguatan rupiah adalah harga minyak mentah dunia yang saat ini masih bertahan di level yang relatif tinggi.

Selain tekanan harga komoditas, investor saat ini cenderung mengambil sikap berhati-hati atau wait-and-see menjelang agenda krusial pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (16/9).

“Sikap wait-and-see investor menjelang keputusan FOMC pada Rabu,” ujar Lukman.

Berdasarkan proyeksi teknikal, Lukman memperkirakan rentang pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari ini akan berada di kisaran Rp 17.600 hingga Rp 17.700 per dolar AS.

Sebagai catatan, pada sesi perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup melemah 58 poin atau 0,33% ke level Rp 17.669 per dolar AS dibandingkan penutupan hari sebelumnya di angka Rp 17.611 per dolar AS.

Volatilitas mata uang pada sesi kemarin sempat menyentuh pelemahan hingga 60 poin sebelum akhirnya ditutup pada level Rp 17.669 per dolar AS.

Ketidakpastian kebijakan suku bunga global menjadi katalis utama yang membatasi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia, di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas fiskal melalui kepemimpinan baru di Kementerian Keuangan.

Pasar kini menantikan arah kebijakan yang akan diambil oleh Suahasil Nazara dalam menjaga fundamental ekonomi Indonesia di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.

Pergerakan rupiah ke depan diprediksi masih akan sangat bergantung pada hasil pertemuan bank sentral AS serta fluktuasi harga energi global yang berdampak langsung pada defisit neraca perdagangan.