Ecozone

IHSG Melemah ke 6.461, Investor Borong Saham BBCA hingga ANTM

1
×

IHSG Melemah ke 6.461, Investor Borong Saham BBCA hingga ANTM

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor bursa efek
IHSG ditutup melemah 1,13% ke level 6.461 pada perdagangan Selasa (15/9/2026).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup signifikan dengan ditutup melemah 1,13% ke level 6.461 pada perdagangan Selasa (15/9/2026).

Dilansir dari data Bursa Efek Indonesia, pergerakan negatif ini dipicu oleh dominasi sentimen pelemahan di sebagian besar sektor saham yang diperdagangkan di pasar modal domestik.

Sebanyak 314 saham tercatat terkoreksi, sementara hanya 312 saham yang mampu mencatatkan penguatan, dan 165 saham lainnya tetap stagnan.

Aktivitas perdagangan hari ini melibatkan volume sebesar 26,40 miliar saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp 12,68 triliun melalui 1,76 juta kali frekuensi transaksi.

Kapitalisasi pasar IHSG tercatat berada pada angka Rp 11.285 triliun setelah pasar merespons dinamika ekonomi yang terjadi sepanjang sesi perdagangan.

Sektor keuangan menjadi penekan utama dengan penurunan terdalam sebesar 1,36%, di mana saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ikut terseret turun 3,10% ke level Rp 3.750.

Secara keseluruhan, delapan dari sebelas sektor yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berakhir di zona merah.

Di jajaran saham dengan nilai transaksi tertinggi, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin dengan nilai Rp 614,25 miliar.

Selain itu, investor juga aktif melakukan transaksi pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai Rp 573,87 miliar serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 558,18 miliar.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 527,18 miliar, diikuti oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan nilai Rp 440,85 miliar.

Sentimen negatif juga menjalar ke bursa saham Asia, di mana indeks Nikkei turun 0,01%, Shanghai Composite tergelincir 0,54%, Hang Seng melemah 1%, dan Straits Times merosot 1,45%.

Untuk kategori saham top gainers, PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) mencatat kenaikan 14,56% menjadi Rp 118.

Saham PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) menyusul dengan penguatan 7,43% ke posisi Rp 159, serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) naik 2,43% ke level Rp 1.055.

Sebaliknya, saham yang masuk kategori top losers adalah PT Argo Bahari Nusantara Tbk (UDNG) yang anjlok 10% ke level Rp 486.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengalami koreksi tajam sebesar 13,25% ke harga Rp 288 per saham.

Selain itu, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) ditutup melemah 4,23% ke level harga Rp 1.585.

Para pelaku pasar saat ini tengah memantau berbagai isu makroekonomi yang memengaruhi stabilitas pasar, termasuk kebijakan fiskal dan dinamika sektor riil yang sedang berkembang.

Kondisi pasar yang volatil ini mencerminkan kehati-hatian investor dalam merespons ketidakpastian ekonomi regional yang terjadi sepanjang pekan ini.