Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak positif pada perdagangan Jumat (18/9/2026) meskipun terdapat agenda rebalancing indeks oleh FTSE Russell yang akan berlangsung pada penutupan sesi hari ini.
Dilansir dari riset pasar yang disusun oleh para analis, pergerakan indeks domestik tersebut didorong oleh sentimen eksternal yang stabil serta akumulasi beli bersih oleh investor asing pada sesi sebelumnya.
Senior Teknikal Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa IHSG menunjukkan fase pemulihan teknikal yang solid dengan struktur bullish yang masih terjaga.
“Adapun sentimen IHSG diperkirakan cenderung positif terutama dari sisi eksternal,” kata Nafan Aji Gusta.
Ia mencatat bahwa pelaku pasar mulai merespons secara positif arah kebijakan moneter The Fed pasca kenaikan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%.
Ketidakpastian pasar dinilai mulai memudar karena investor melihat tindakan tegas bank sentral Amerika Serikat tersebut sebagai langkah kredibel dalam mengendalikan inflasi tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi secara drastis.
Secara teknikal, indikator MA20 dan MA60 telah membentuk pola bullish crossover yang didukung oleh peningkatan volume transaksi di pasar reguler.
Data menunjukkan bahwa IHSG memiliki level support di kisaran 6.371 dan 6.290, sementara level resisten berada pada angka 6.566 dan 6.636.
Meskipun demikian, indikator Stochastics KD dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif yang perlu diwaspadai oleh para pelaku pasar modal.
Sebagai langkah antisipasi terhadap rebalancing indeks yang efektif pada Senin, 21 September 2026, analis merekomendasikan sejumlah saham seperti PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Di sisi lain, analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, memproyeksikan IHSG berpotensi rebound menuju rentang area 6.582 hingga 6.639 selama level support Fibonacci di 6.370 tetap bertahan.
Ivan Rosanova menyebutkan bahwa level support tambahan untuk indeks berada di 6.290 dan 6.179, dengan potensi resisten lanjutan di level 6.752, 6.835, hingga 6.916.
Rekomendasi saham dari BinaArtha Sekuritas mencakup PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Perlu dipahami bahwa support merupakan area harga yang diyakini sebagai titik terendah di mana permintaan cenderung meningkat, sementara resistance adalah titik tertinggi yang sering memicu aksi jual.
Data perdagangan kemarin mencatat net foreign buy di pasar reguler mencapai Rp 152,69 miliar yang menjadi katalis positif bagi keberlanjutan tren kenaikan indeks.
Seluruh pelaku pasar disarankan untuk tetap memperhatikan dinamika volume perdagangan dan volatilitas harga menjelang penutupan sesi akhir pekan ini.







