Berita

Karhutla Terdampak 12,5 Juta Warga, Empat Orang Meninggal Dunia

31
×

Karhutla Terdampak 12,5 Juta Warga, Empat Orang Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Asap tebal menyelimuti kawasan hutan yang terbakar di wilayah Kalimantan
Sebanyak 12,5 juta warga terdampak bencana karhutla di tujuh provinsi dengan empat orang dilaporkan meninggal dunia.

Kotawaringin Timur – Sebanyak 12.517.488 penduduk di tujuh provinsi dilaporkan terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga Jumat (11/9/2026), dengan empat orang dinyatakan meninggal dunia akibat paparan asap dan dampak langsung lainnya.

Dilansir dari Republika, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ribuan warga lainnya mengalami luka berat, luka ringan, serta harus menempuh jalur pengungsian demi menghindari kualitas udara yang memburuk.

Juru Bicara Kemenkes Widyawati menyatakan bahwa jutaan warga terdampak tersebut tersebar di wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatra Selatan.

“Kota Banjarbaru ada beberapa yang mengalami luka berat dan rawat inap, kemudian luka ringan dan rawat jalan, kemudian juga Kalimantan Tengah ada rawat inap, kemudian juga dengan luka ringan dan rawat inap ada di Kalimantan Barat juga sebanyak 9, luka ringannya 19, meninggalnya 1 dengan pengungsian sebanyak 45,” kata Widyawati.

Data Kemenkes menunjukkan Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan dampak kesehatan paling signifikan, mencatat 2.843.012 orang terdampak dengan 313 orang mengalami luka berat dan tiga orang meninggal dunia.

Di Kalimantan Selatan, tercatat 2.250.552 orang terdampak dengan dua orang luka berat dan tiga orang luka ringan.

Provinsi Kalimantan Barat melaporkan 3.909.846 orang terdampak, dengan rincian sembilan luka berat, 19 luka ringan, satu meninggal dunia, dan 45 orang mengungsi.

Wilayah Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatra Selatan mencatat jutaan warga terdampak namun belum melaporkan adanya korban luka atau meninggal dunia.

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan enam kabupaten atau kota masuk dalam kategori berbahaya, dengan Kotawaringin Timur mencatat nilai tertinggi mencapai 954.

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah mencapai 113.336 kasus secara kumulatif, dengan 26.545 kasus menyerang kelompok usia 0 hingga 5 tahun.

Kemenkes telah menyiagakan 1.691 puskesmas dan 360 rumah sakit rujukan untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terpapar asap.

Pihak kementerian juga telah menyalurkan 980.315 masker serta ratusan oksigen konsentrator ke daerah-daerah terdampak.

“Imbauan yang kita lakukan adalah jangan panik, namun waspada, kenakan masker pada saat berada di luar ruangan, pantau indeks kualitas udara, perbanyak minum air putih, kunjungi faskes bila muncul sesak di masyarakat,” ujar Widyawati.

Pelaksana Harian Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Rihel Magat, mengonfirmasi bahwa kondisi udara di wilayahnya sempat mencapai nilai ISPU di atas 1.000.

“Jadi kalau apa namanya, untuk asap ISPU tadi, kalau kita memang mengacu dari ISPU, baik dari DLH maupun yang punya BMKG, kita memang rata-rata posisi sangat berbahaya, di atas 300, 400, 500, kadang-kadang pernah sampai 1.000 lebih,” kata Rihel Magat.

Rihel Magat menambahkan bahwa fluktuasi ketebalan asap sangat bergantung pada pergerakan arah angin dan jumlah titik api di sekitar wilayah tersebut.