Bintaro – RS Premier Bintaro resmi mengintegrasikan teknologi ROSA (Robotic Surgical Assistant) ke dalam layanan medisnya untuk meningkatkan akurasi dan personalisasi prosedur operasi lutut pada Kamis (20/8/2026).
Dilansir dari keterangan resmi RS Premier Bintaro, teknologi robotik ini dihadirkan guna membantu tenaga medis dalam melakukan perencanaan serta pelaksanaan tindakan operasi yang lebih terukur melalui dukungan data berbasis digital.
Inovasi ini diperkenalkan dalam acara bertajuk ROSA Robotic Surgical Assistant: Safer & Smarter Knee Surgery yang menghadirkan pakar bedah dr. Andito Wibisono, Sp.OT, Subsp. PL, dan konsultan rehabilitasi medik dr. Anita Ratnawati, Sp.KFR, Subsp. KR(K).
Teknologi ROSA berfungsi sebagai asisten yang memberikan panduan pengukuran detail selama prosedur berlangsung, sehingga dokter dapat menyesuaikan tindakan dengan karakteristik anatomi lutut setiap pasien yang berbeda-beda.
“Teknologi robotik bukan untuk menggantikan peran dokter, justru teknologi ini hadir sebagai asisten yang membantu dokter dalam mengambil keputusan dan melakukan tindakan dengan dukungan data serta perencanaan yang lebih detail,” kata dr. Andito Wibisono, Sp.OT, Subsp. PL.
Penggunaan sistem robotik ini diklaim mampu mendukung pemasangan implan yang jauh lebih presisi dibandingkan metode konvensional.
Selain itu, sistem ini dirancang untuk membantu dokter dalam mencapai keseimbangan sendi yang optimal sesuai dengan target medis yang telah ditetapkan sebelumnya.
Hasil dari prosedur yang lebih terukur ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan fungsi lutut pasien pascaoperasi secara lebih efektif.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa keahlian serta keputusan klinis dokter tetap menjadi elemen utama dalam setiap tahapan pembedahan yang dilakukan.
Setelah tindakan operasi selesai, pasien diwajibkan menjalani tahapan rehabilitasi medis yang terstruktur sebagai bagian integral dari pemulihan fungsi gerak.
“Setiap pasien memiliki target aktivitas dan kondisi yang berbeda, karena itu rehabilitasi perlu dipersiapkan sejak awal agar program pemulihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing pasien,” jelas dr. Anita Ratnawati, Sp.KFR, Subsp. KR(K).
Kolaborasi antara dokter bedah dan dokter rehabilitasi menjadi kunci dalam menciptakan penanganan yang komprehensif bagi pasien dengan masalah sendi lutut.
Pendekatan ini memastikan bahwa setiap pasien mendapatkan program pemulihan yang personal dan terencana dengan baik.
Kehadiran ROSA merupakan perwujudan komitmen rumah sakit dalam mengedepankan layanan kesehatan yang inovatif dan berpusat pada kebutuhan pasien.
Manajemen rumah sakit menyatakan bahwa teknologi hanyalah salah satu komponen dalam ekosistem pelayanan medis yang mereka kembangkan.
Fokus utama tetap diarahkan pada bagaimana dokter dan tim medis memanfaatkan teknologi untuk memberikan pengalaman perawatan yang aman dan terukur.
Langkah ini sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap perkembangan teknologi medis terkini dalam bidang ortopedi di Indonesia.
Dengan integrasi sistem robotik, rumah sakit berharap dapat terus meningkatkan standar kualitas operasional dan hasil klinis bagi pasien yang membutuhkan tindakan bedah lutut.






