Layar

DreamWorks Hadirkan Petualangan Mitologi Filipina dalam Film Animasi Forgotten Island

8
×

DreamWorks Hadirkan Petualangan Mitologi Filipina dalam Film Animasi Forgotten Island

Sebarkan artikel ini
forgotten island (2)
forgotten island (2)

Jakarta – DreamWorks Animation resmi merilis film animasi terbaru berjudul Forgotten Island yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2026.

Film ini mengangkat petualangan fantasi di Pulau Nakali yang terinspirasi dari kekayaan budaya serta mitologi Filipina.

Cerita berfokus pada dua sahabat, Jo dan Raissa, yang akan berpisah setelah lulus sekolah.

Malam sebelum berpisah, mereka tidak sengaja menemukan portal misterius menuju Pulau Nakali.

Di sana, mereka bertemu dengan makhluk ajaib, termasuk seekor weredog kikuk bernama Raww.

Keduanya dihadapkan pada pilihan sulit untuk kembali ke rumah dengan risiko kehilangan kenangan tentang persahabatan mereka.

Proyek ini disutradarai oleh Joel Crawford dan Januel P. Mercado, duo kreatif di balik Puss in Boots: The Last Wish.

Sutradara menyebut film ini sangat personal karena terinspirasi dari hubungan persahabatan mereka selama dua dekade.

Forgotten Island mendapatkan respon positif dengan skor 95% di Rotten Tomatoes dari kritikus dan 96% dari penonton umum.

Pengisi suara karakter Jo, H.E.R., mengaku bangga bisa terlibat dalam film yang merepresentasikan budaya Filipina dengan autentik.

Liza Soberano, pengisi suara Raissa, menilai tema persahabatan dan perubahan dalam film ini bersifat universal.

Sementara itu, Dave Franco yang memerankan Raww menyebut karakter weredog tersebut memiliki sisi rentan yang menarik untuk dieksplorasi.

Latar cerita film ini membawa penonton kembali ke era 1990-an sebelum maraknya media sosial dan smartphone.

Sentuhan nostalgia tersebut diperkuat melalui estetika budaya rave serta musik pop akhir 80-an hingga 90-an.

Pihak distributor juga menghadirkan photobooth bertema khusus di Bintaro Xchange dan Stasiun MRT Blok M hingga 4 Oktober 2026.

Head of Marketing Universal Pictures International, Julius Daniel Suhakri, menyatakan film ini ingin merayakan hubungan persahabatan dan kenangan antarmanusia secara mendalam.

Kisah ini mengajak penonton merenungkan seberapa besar perjuangan seseorang untuk mempertahankan ikatan dengan sahabat terbaiknya.