Berita

Ribuan Aparat Gabungan Siaga Amankan Demo di Istana dan DPR

103
×

Ribuan Aparat Gabungan Siaga Amankan Demo di Istana dan DPR

Sebarkan artikel ini
3fa4486f32e2ee9ce5e1c322fdcc408c.jpg
3fa4486f32e2ee9ce5e1c322fdcc408c.jpg

Jakarta – Asosiasi pengemudi ojek online (ojol) Garda Indonesia, bersama mahasiswa dan elemen masyarakat sipil, menggelar demonstrasi serentak di dua lokasi strategis Jakarta Pusat pada Rabu, 17 September. Ribuan pengemudi ojol dan pendukungnya diperkirakan memadati depan gedung DPR Senayan serta kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya untuk menyampaikan tujuh tuntutan utama terkait regulasi transportasi online dan kesejahteraan pengemudi.

Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat mengerahkan 6.118 personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi. Kepala Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro, mengimbau seluruh peserta demonstrasi agar tetap tertib dan tidak mudah terprovokasi.

Susatyo menjelaskan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional. Kebijakan ini akan disesuaikan dengan eskalasi massa di lapangan guna memastikan demonstrasi berlangsung aman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lain.

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, sebelumnya menyatakan sekitar hampir lima ribu massa akan berdemonstrasi di gedung DPR. Ia menegaskan, “Gelombang perlawanan akan semakin meningkat menjadi kekuatan besar yang jangan diremehkan oleh pemerintah.”

Demonstrasi ini membawa tujuh tuntutan krusial, di antaranya:

  • 1. Rancangan Undang-Undang Transportasi Online segera masuk dalam Program Legislasi Nasional.
  • 2. Potongan aplikator maksimal 10 persen tidak bisa ditawar lagi.
  • 3. Adanya regulasi tarif antaran barang dan makanan yang jelas.
  • 4. Audit investigatif terhadap potongan 5 persen hak ojol yang telah diambil oleh aplikator.
  • 5. Penghapusan semua program aplikator yang merugikan ojol, seperti aceng, slot, multi order, dan member berbayar.
  • 6. Penggantian Menteri Perhubungan yang dianggap tidak pro kepada rakyat.
  • 7. Kapolri mengusut tuntas tragedi 28 Agustus 2025 yang menyebabkan meninggalnya dua pengemudi ojol, Affan Kurniawan di Jakarta dan Rusdamdiyansah di Makassar.