Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang signifikan pada sesi pertama perdagangan Senin (24/8/2026), ditutup melemah 0,69% atau 45,04 poin ke level 6.480 akibat sentimen negatif yang meluas di pasar regional Asia.
Dilansir dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), koreksi indeks utama tersebut dipicu oleh aksi jual besar-besaran dari investor asing yang mencatatkan nilai net sell sebesar Rp 391,96 miliar.
Tekanan jual asing paling intensif menyasar saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai Rp 160,84 miliar, disusul oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 73,79 miliar, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 64,01 miliar.
Kinerja pasar yang tertekan tercermin dari volume transaksi yang mencapai 24,79 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,39 juta kali.
Total nilai transaksi pada sesi siang ini tercatat sebesar Rp 9,02 triliun dengan kapitalisasi pasar keseluruhan berada di angka Rp 11.406 triliun.
Sektor kesehatan menjadi penekan utama kinerja bursa setelah anjlok 2,31% di tengah pelemahan sembilan dari sebelas sektor yang terdaftar di bursa.
Saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) tercatat merosot 4,35% ke level Rp 2.200 pasca pengumuman penghapusan saham tersebut dari indeks Small Cap oleh FTSE Russell dalam tinjauan September 2026.
Emiten kesehatan lainnya, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), turut mengalami penurunan sebesar 2,54% ke Rp 230, sementara PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) terkoreksi 1,23% ke Rp 800.
Kelompok saham perbankan berkapitalisasi besar atau big banks juga terpantau berada di zona merah, dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,55% ke Rp 6.350.
Penurunan serupa dialami PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar 2,17% ke Rp 3.160, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 0,71% ke Rp 4.190, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar 1,88% ke Rp 3.660.
Berdasarkan volume nilai transaksi, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin dengan nilai Rp 526,97 triliun, diikuti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp 468,39 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 330,64 miliar.
Sentimen negatif juga menjalar ke bursa regional Asia, di mana indeks Nikkei Jepang turun 0,49% ke 65.691 dan Shanghai Composite melemah 0,71% ke 3.877.
Indeks Kospi Korea Selatan mencatatkan penurunan paling tajam sebesar 3,05% ke 6.702, sementara Hang Seng Hong Kong terkoreksi 2,13% ke 25.456.
Di balik pelemahan pasar, daftar top gainers mencakup PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang naik 8,36% ke Rp 8.750, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) naik 7,17% ke Rp 1.420, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) naik 6,96% ke Rp 8.450.
Sebaliknya, daftar top losers diisi oleh PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) yang turun 5,28% ke Rp 2.690, PT Bank Jago Tbk (ARTO) turun 5,19% ke Rp 1.005, serta PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) turun 3,67% ke Rp 525.







