Showbiz

Pandji Respons Polemik Mens Rea, Sentil Literasi Publik!

134
×

Pandji Respons Polemik Mens Rea, Sentil Literasi Publik!

Sebarkan artikel ini
mens-rea-jadi-polemik,-pandji-pragiwaksono:-indonesia-kayak-jaman-2011-dan-2015!
mens rea jadi polemik, pandji pragiwaksono: indonesia kayak jaman 2011 dan 2015!

Jakarta – Komika Pandji Pragiwaksono kembali jadi sorotan. Materi stand-up comedy-nya, Mens Rea, menuai polemik.

Pandji merespons lewat unggahan di Instagram. Ia menanggapi proses hukum yang menyeretnya.

Pandji bicara soal posisi seni, khususnya stand-up comedy. Ia menyoroti ruang publik yang sensitif.

Hal ini disampaikan saat proses penyelidikan masih berjalan.

Lewat Threads, Pandji meluruskan pemahaman tentang komedi tunggal.

“Ada yang merasa stand-up comedy tuh enggak untuk semua kalangan. Salah. Seperti musik, stand-up comedy-nya justru untuk semua kalangan,” tulis Pandji, Jumat 23 Januari 2026.

Pandji menegaskan setiap komika punya audiens masing-masing. Wajar jika karya tidak diterima semua orang.

Ia membandingkan karakter panggungnya dengan komika lain. Ia juga menyinggung perbedaan segmen penikmat musik.

“Tapi stand-up-nya Pandji yang enggak untuk semua. Stand-up-nya Radit yang enggak untuk semua. Sama seperti ERK juga enggak untuk semua… Karena tiap seniman punya segmen dan penikmat masing-masing,” tegasnya.

Pandji menyentil kondisi sosial yang menurutnya menunjukkan kemunduran literasi publik terhadap seni dan kritik.

“Indonesia lagi kayak zaman 2011 dan 2015. Masih harus jelasin yang gini-gini,” kata Pandji.

Pernyataan ini merujuk pada awal edukasi stand-up comedy di Indonesia (2011) dan era kritik sosial dalam tur Mesakke Bangsaku (2015).

Respons Pandji muncul setelah Polda Metro Jaya mengonfirmasi rencana pemanggilan dirinya. Laporan terhadap Pandji dilayangkan terkait materi Mens Rea yang dianggap mengandung unsur fitnah.

Polemik Mens Rea terus menjadi perbincangan. Kasus ini dinilai menyangkut kebebasan berekspresi, batas kritik, dan literasi masyarakat terhadap seni satir.