Jakarta – Sejumlah saham dalam portofolio investor kawakan Lo Kheng Hong resmi didepak dari indeks FTSE Global Equity Index Series per Selasa (25/8/2026) sebagai bagian dari hasil tinjauan semi-tahunan lembaga indeks global tersebut.
Dilansir dari data Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), keputusan ini berdampak langsung pada lima emiten yang dikoleksi oleh pria yang dikenal sebagai Warren Buffett Indonesia tersebut.
Lima emiten yang dikeluarkan dari indeks Micro Cap tersebut meliputi PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), PT Intiland Development Tbk (DILD), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Panin Insurance Tbk (PNIN), serta PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).
Berdasarkan laporan kepemilikan di atas 1%, Lo Kheng Hong tercatat memiliki 84,65 juta saham CFIN atau setara 2,19% dari total saham beredar.
Selain itu, kepemilikan saham sang investor pada DILD mencapai 770,63 juta lembar atau 7,43%, sedangkan pada MAIN tercatat sebanyak 27,65 juta lembar atau 1,24%.
Kepemilikan lainnya mencakup 50,19 juta saham PNIN atau 1,23% serta 203,39 juta saham RALS yang setara dengan porsi 2,94%.
Di luar lima emiten tersebut, Lo Kheng Hong masih memegang saham di perusahaan lain seperti PT ABM Investama Tbk (ABMM), PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG), PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR).
Portofolio lainnya yang masih dimiliki mencakup PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), serta PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) dengan porsi kepemilikan di atas 1%.
Pergerakan harga saham-saham koleksi Lo Kheng Hong yang dikeluarkan dari indeks tersebut cenderung tertekan pada perdagangan hari Senin lalu.
Saham CFIN tercatat turun 1,12% menjadi Rp 354, DILD terkoreksi 0,83% ke level Rp 119, dan MAIN berkurang 1,48% ke posisi Rp 665.
Sementara itu, harga saham RALS terpantau stagnan di level Rp 382, sedangkan saham PNIN justru mencatatkan kenaikan sebesar 4,96% ke level Rp 740.
Lembaga FTSE Russell secara total mendepak 29 saham dalam tinjauan kali ini, dengan 28 konstituen di antaranya berasal dari indeks Micro Cap.
Terdapat pula penyesuaian kelas bagi saham sektor properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang turun dua tingkat dari indeks Mid Cap ke Micro Cap.
Perubahan hasil tinjauan ini masih bersifat sementara dan dapat direvisi hingga penutupan perdagangan tanggal 4 September 2026.
Keputusan final akan ditetapkan pada 7 September 2026, dengan tanggal rebalancing dijadwalkan pada 18 September 2026.
Perubahan indeks tersebut akan berlaku efektif pada pembukaan perdagangan hari Senin, 21 September 2026.







