Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan signifikan sebesar 1,48% atau 95,98 poin ke level 6.405 pada perdagangan Kamis (27/8/2026) akibat tekanan jual masif yang melanda berbagai sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dilansir dari data perdagangan resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), pelemahan pasar modal domestik ini dipicu oleh aksi jual kolektif pada saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu yang mengalami tekanan harga cukup dalam sepanjang sesi.
Harga saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) tercatat anjlok sebesar 6,67% hingga menyentuh level Rp 770 per lembar saham.
Koreksi serupa juga dialami oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang melemah 6,03% ke level Rp 1.870.
Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turut terperosok 5,91% ke posisi Rp 1.750.
Tekanan pada emiten Grup Barito berlanjut dengan koreksi pada PT Petrosea Tbk (PTRO) yang turun 5,17% ke level Rp 4.860.
Secara keseluruhan, data menunjukkan volume transaksi mencapai 41,42 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,49 juta kali.
Total nilai transaksi yang tercatat di pasar mencapai Rp 17,88 triliun dengan kapitalisasi pasar berada di angka Rp 11.253 triliun.
Sentimen negatif mendominasi pasar, terlihat dari catatan sebanyak 583 saham ditutup melemah, sementara hanya 118 saham yang mampu bertahan di zona hijau dan 89 saham lainnya stagnan.
Seluruh sektor industri yang terdaftar di BEI kompak berada di zona merah, dengan sektor transportasi menjadi sektor yang paling tertekan setelah merosot 4,15%.
Dalam sektor transportasi, harga saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengalami penurunan tajam sebesar 8,70% ke level Rp 63.
Emiten lain di sektor yang sama, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), merosot 5,11% ke level Rp 650.
PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) melengkapi daftar pelemahan sektor transportasi dengan koreksi sebesar 6,77% ke level Rp 179.
Berbanding terbalik dengan kondisi domestik, indeks bursa di kawasan Asia justru menunjukkan kinerja positif dengan ditutup di zona hijau.
Indeks Nikkei Jepang naik 0,61% ke level 66.258, Shanghai Composite tumbuh 0,59% ke level 3.912, Kospi Korea Selatan menguat 0,97% ke level 6.808, dan Hang Seng naik 0,49% ke level 25.635.
Di tengah tekanan pasar, beberapa saham mencatatkan performa sebagai top gainers, yakni PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) yang naik 34,76% ke level 252, PT Asuransi Jiwa Sinarmas Tbk (LIFE) naik 19,82% ke level 6.800, serta PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) naik 4,58% ke level 9.125.
Sebaliknya, daftar top losers hari ini dipimpin oleh PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang turun 11,17% ke level 183, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) turun 8,28% ke level 775, dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) turun 7,76% ke level 214.







