Jakarta – Pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad, yang dikenal luas sebagai Haji Isam, dikabarkan tengah melakukan negosiasi strategis untuk mengakuisisi 62% saham perusahaan tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan nilai penawaran mencapai US$ 3 miliar atau setara dengan Rp 52,65 triliun pada Rabu (9/9/2026).
Dilansir dari Bloomberg, entitas bisnis yang dikendalikan oleh Haji Isam saat ini sedang mengajukan penawaran tunai untuk mengambil alih kepemilikan mayoritas dari miliarder Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low.
“Pembayaran kemungkinan akan dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus, kesepakatan dengan harga tersebut akan mewakili diskon sekitar 80% dari level pasar saat ini,” kata sumber Bloomberg.
Saat ini, PT Bayan Resources Tbk memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$ 26 miliar yang menempatkan Low Tuck Kwong sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.
Keluarga Low disebut berpotensi melepas kepemilikan saham tersebut dengan diskon besar karena terbatasnya jumlah saham yang beredar di publik atau free float serta tipisnya volume perdagangan saham BYAN yang membuat harga pasar tidak sepenuhnya mencerminkan valuasi transaksi dalam skala besar.
Selain faktor valuasi, prospek jangka panjang batu bara termal juga menjadi pertimbangan utama di tengah tren peralihan global menuju sumber energi yang lebih bersih.
Pemerintah Indonesia turut memberikan tekanan melalui kebijakan pembatasan produksi batu bara yang berdampak signifikan pada operasional sejumlah perusahaan tambang nasional.
Proses pembicaraan mengenai rencana penjualan saham ini masih berlangsung dan belum terdapat kepastian apakah negosiasi tersebut akan berujung pada kesepakatan final.
Apabila seluruh pihak mencapai titik temu, transaksi pengambilalihan saham PT Bayan Resources Tbk diharapkan dapat rampung sebelum akhir tahun ini.
Salah satu sumber menyebut bahwa Haji Isam kemungkinan akan mengupayakan pendanaan dari sejumlah bank milik negara untuk membiayai aksi korporasi tersebut.
Hingga saat ini, perwakilan dari Haji Isam belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana akuisisi yang beredar di pasar.
Pihak PT Bayan Resources Tbk serta keluarga Low Tuck Kwong juga belum memberikan pernyataan atau konfirmasi mengenai proses negosiasi ini.
Manajemen Jhonlin Grup melalui PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) sebelumnya telah memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia bahwa mereka belum menerima informasi resmi terkait rencana akuisisi tersebut.
“Namun pemegang saham pengendali perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di perseroan,” ujar manajemen JARR.
Haji Isam merupakan tokoh bisnis asal Kalimantan yang mengendalikan konglomerasi PT Jhonlin Group, salah satu pemain besar di industri pertambangan batu bara Indonesia.
Data menunjukkan bahwa Jhonlin Group sebelumnya telah mengajukan kuota produksi batu bara kepada pemerintah sebesar 60 juta ton untuk tahun ini.
Pengambilalihan 62% saham PT Bayan Resources Tbk akan memperkuat posisi dominasi Haji Isam dalam peta industri pertambangan nasional.
Rencana transaksi ini muncul di tengah tekanan kebijakan pemerintah yang memangkas kuota produksi untuk mendorong peningkatan harga komoditas global.
Sejumlah perusahaan tambang saat ini juga tengah menghadapi tantangan berupa denda besar terkait pelanggaran izin penggunaan kawasan hutan.
PT Bayan Resources Tbk tercatat sebagai salah satu perusahaan yang paling terdampak oleh kebijakan pemangkasan kuota produksi tersebut dibandingkan dengan pesaingnya.
Secara struktur kepemilikan, Low Tuck Kwong saat ini menggenggam 40% saham, sementara Elaine Low memegang 22% saham, sehingga total kepemilikan keluarga tersebut mencapai angka 62%.
Low Tuck Kwong sendiri mendirikan PT Bayan Resources Tbk pada tahun 2004 setelah memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada 1992.
Selain bisnis batu bara, Low Tuck Kwong juga memiliki 78% saham di perusahaan energi terbarukan yang berbasis di Singapura, yaitu Metis Energy Ltd.
Sepanjang tahun lalu, PT Bayan Resources Tbk berhasil menjual sekitar 68 juta ton batu bara dengan total pendapatan mencapai US$ 3,4 miliar.







