Ecozone

Amman Mineral Memulai Babak Baru Ekspansi Tambang Emas Sumbawa

2
×

Amman Mineral Memulai Babak Baru Ekspansi Tambang Emas Sumbawa

Sebarkan artikel ini
Area operasional Tambang Batu Hijau Amman Mineral di Sumbawa yang memasuki fase produksi kedelapan
PT Amman Mineral Internasional Tbk memulai transisi operasional ke Fase 8 di Tambang Batu Hijau, Sumbawa.

Jakarta – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan lonjakan kinerja operasional dan finansial yang signifikan pada kuartal pertama 2026 melalui optimalisasi produksi di Tambang Batu Hijau, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, yang didorong oleh transisi operasional ke Fase 8 pada Kamis (3/9/2026).

Dilansir dari MSN, langkah strategis ini memungkinkan perusahaan mengakses cadangan bijih dengan kadar mineral lebih tinggi, yang secara langsung meningkatkan volume produksi konsentrat hingga 110% menjadi 167.792 metrik ton kering.

Peralihan ke Fase 8 yang telah dimulai sejak 2021 ini berhasil meningkatkan kadar tembaga dari 0,31% menjadi 0,53% serta kadar emas dari 0,17 gram menjadi 0,54 gram per ton.

Direktur Utama AMMAN, Arief Sidarto, menyatakan bahwa perseroan mengawali tahun 2026 dengan eksekusi yang kuat dan kinerja operasional yang solid di seluruh lini bisnis.

Peningkatan produksi konsentrat tersebut ditopang oleh kenaikan kandungan tembaga sebesar 173% menjadi 101 juta pon dan kandungan emas yang melonjak 321% menjadi 136.115 ons.

Operasional di hulu ini diperkuat oleh rampungnya fasilitas smelter yang mampu menghasilkan 27.670 ton katoda tembaga dan 66.209 ons emas murni.

Presiden Direktur Amman Mineral Nusa Tenggara, Rachmat Makkasau, mengungkapkan bahwa produksi katoda tembaga diproyeksikan mencapai 162.662 ton pada tahun 2026.

Rachmat menambahkan bahwa dalam tiga tahun ke depan terdapat peningkatan produksi dikarenakan perusahaan mulai akan lebih banyak mengambil bijih.

Optimalisasi pengolahan di Tambang Batu Hijau turut didukung oleh penggunaan teknologi Artificial Intelligence Dashboard Automation (AIDA) yang diklaim meningkatkan perolehan mineral sebesar 2,5%.

Berkat terobosan tersebut, AMMAN berhasil membukukan laba bersih sebesar US$ 160,16 juta atau sekitar Rp 2,84 triliun pada kuartal pertama 2026, berbalik dari kondisi rugi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan juga mencakup percepatan eksplorasi di Cebakan Elang yang memiliki cadangan bijih mencapai 2,52 miliar ton.

VP Corporate Communications AMMAN, Kartika Octaviana, menyebutkan bahwa peningkatan cadangan tersebut berpotensi mendorong produksi dan memperpanjang umur tambang secara signifikan.

Investasi sebesar US$ 1,462 miliar telah digelontorkan untuk membangun smelter tembaga dan Precious Metals Refinery (PMR) guna memperkuat rantai hilirisasi mineral.

Fasilitas smelter tersebut menggunakan Double Flash Cyclone Technology yang diklaim memiliki efisiensi tinggi dengan kapasitas input tahunan hingga 900.000 metrik ton konsentrat tembaga.

Senior Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Andrian Tanuwijaya, dan Investment Analyst Theodorus Melvin memproyeksikan laba bersih AMMN akan melonjak menjadi US$ 1,01 miliar pada akhir tahun 2026.

Proyeksi pertumbuhan tersebut didasarkan pada empat faktor utama, yakni lonjakan volume output, peningkatan utilisasi smelter, kenaikan harga komoditas global, dan kontribusi laba dari produk sampingan asam sulfat.