Lille, Prancis – Pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, tercatat dalam sejarah sepak bola nasional sebagai pemain Indonesia pertama yang masuk ke dalam skuad sebuah klub di ajang Liga Champions 2026/27 saat LOSC Lille menjamu Real Betis pada Rabu (9/9/2026).
Dilansir dari jpnn.com, Verdonk terdaftar dalam susunan pemain cadangan di Stade Pierre-Mauroy, meski ia belum mendapatkan kesempatan bermain hingga wasit meniup peluit panjang.
Kehadiran Verdonk di bangku cadangan Lille menandai langkah signifikan bagi atlet sepak bola Indonesia untuk menembus kompetisi antarklub paling elite di benua Eropa tersebut.
Sebelumnya, para pemain Indonesia sempat mencicipi atmosfer kompetisi Eropa lainnya seperti Liga Europa, namun panggung Liga Champions tetap menjadi target yang belum pernah terjamah sebelumnya.
Verdonk kini hanya terpaut satu langkah menuju rekor sebagai pemain Indonesia pertama yang tampil secara resmi di lapangan dalam sejarah Liga Champions.
Pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan LOSC Lille atas tamunya, Real Betis, dengan skor akhir 2-3.
LOSC Lille sebenarnya sempat memimpin pertandingan sebanyak dua kali, namun Real Betis mampu membalas dan membalikkan keadaan melalui performa impresif para pemainnya.
Bek asal Spanyol, Marc Bartra, menjadi aktor kunci kemenangan Real Betis setelah sukses mencetak dua gol ke gawang tuan rumah.
Gol penentu kemenangan tim tamu dicetak oleh Troy Parrott yang memastikan Real Betis membawa pulang tiga poin dari markas Lille.
Situasi tim tuan rumah semakin sulit setelah pemain mereka, Ethan Mbappe, menerima kartu merah dari wasit pada babak kedua.
Bermain dengan sepuluh orang membuat skema permainan yang diusung oleh LOSC Lille tidak mampu mengejar ketertinggalan hingga akhir laga.
Pelatih Lille, John Herdman, sebelumnya telah memastikan bahwa kondisi fisik Verdonk dalam keadaan prima dan siap dimainkan untuk agenda internasional berikutnya menghadapi Oman.
Verdonk sendiri saat ini telah berada di Jakarta untuk bergabung dengan pemusatan latihan skuad Garuda.
Meskipun sudah tiba di Jakarta, status keterlibatan Verdonk dalam pertandingan melawan Oman masih dalam tahap evaluasi tim pelatih.
Dukungan publik Indonesia terhadap karier Verdonk di Eropa terus mengalir seiring dengan ambisinya untuk segera mencatatkan menit bermain di Liga Champions.
Kegagalan Verdonk untuk turun ke lapangan dalam laga kontra Real Betis tidak mengurangi nilai historis dari keterlibatannya dalam skuad utama tersebut.
Para pengamat sepak bola nasional menilai bahwa keberadaan Verdonk di klub sebesar Lille merupakan prestasi tersendiri bagi perkembangan karier pemain Indonesia di kancah internasional.
Ke depannya, kesempatan bermain bagi Verdonk di Liga Champions diprediksi akan terbuka kembali pada pertandingan-pertandingan fase grup selanjutnya.
Seluruh pihak kini menantikan momen bersejarah saat Verdonk akhirnya menginjakkan kaki di rumput hijau dalam kompetisi Liga Champions.







