Ecozone

InJourney Airports Proyeksikan Jumlah Penumpang Capai 159 Juta Tahun Ini

16
×

InJourney Airports Proyeksikan Jumlah Penumpang Capai 159 Juta Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
Suasana sibuk di area terminal keberangkatan bandara yang dikelola InJourney Airports.
InJourney Airports memproyeksikan jumlah penumpang pesawat mencapai 159 juta orang hingga akhir tahun 2026.

Jakarta – PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memproyeksikan total volume penumpang pesawat mencapai 159 juta orang hingga akhir tahun 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas industri aviasi nasional di tengah fluktuasi pasar domestik dan internasional pada Jumat (4/9/2026).

Dilansir dari Antara, perusahaan mencatat proyeksi tersebut mencakup angka antara 150 hingga 159 juta penumpang, dengan tren penurunan pada sektor domestik yang diimbangi oleh peningkatan signifikan pada penerbangan internasional.

Sepanjang semester pertama tahun berjalan, jumlah penumpang yang dilayani di seluruh bandara kelolaan mencapai 74 juta orang.

Komposisi tersebut terdiri atas 54 juta penumpang domestik, yang mengalami penurunan sebesar 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, serta 20 juta penumpang internasional.

Selain jumlah penumpang, volume angkutan kargo juga mencatatkan penurunan selama periode semester pertama dengan total 697 ribu ton.

Rincian angkutan barang tersebut mencakup 494 ribu ton kargo domestik dan 203 ribu ton kargo internasional, yang secara akumulatif turun 11% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, pergerakan pesawat justru menunjukkan tren positif dengan total 577 ribu pergerakan, meningkat dari 571 ribu pergerakan pada periode yang sama tahun lalu.

“Syukur alhamdulillah pesawat ada peningkatan, tapi sejujurnya domestik kita masih cukup dalam, dan internasional mulai bergerak,” kata Rizal.

Terkait kinerja keuangan, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp10,23 triliun selama semester pertama tahun 2026.

Pencapaian pendapatan tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meski industri penerbangan menghadapi tantangan berat akibat kondisi geopolitik di Timur Tengah.

Keberhasilan menjaga pertumbuhan pendapatan ini dikaitkan dengan transformasi di bawah naungan Danantara yang fokus memperkuat sektor bisnis non-aeronautika.

“Berkat transformasi yang dijalankan di bawah Danantara, InJourney Airports tetap dapat menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tantangan global, khususnya ditopang peningkatan bisnis nonaeronautika,” kata Rizal.

Strategi transformasi tersebut bertujuan untuk membangun portofolio bisnis yang tangguh baik di lini aeronautika maupun non-aeronautika demi menciptakan nilai berkelanjutan.

Kontribusi pendapatan dari bisnis non-aeronautika kini mencapai sekitar 38% dari total pendapatan usaha perusahaan.

Angka kontribusi tersebut meningkat signifikan dibandingkan posisi sebelum transformasi dilakukan, yang saat itu masih berada di angka 30% pada era pengelolaan Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.

Peningkatan porsi pendapatan non-aeronautika menjadi instrumen utama perusahaan dalam mempertahankan stabilitas keuangan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global.