Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul angkat bicara soal dinamika internal yang terjadi di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Gus Ipul menegaskan hubungannya dengan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) baik-baik saja.
“Hubungan kami baik-baik aja. Jadi tidak ada masalah secara pribadi,” ujarnya usai penetapan Pj Ketum PBNU Zulfa Mustofa di Jakarta, Selasa (9/12) malam.
Ia juga menepis anggapan bahwa dirinya sudah lama tidak berkomunikasi dengan Gus Yahya.
“Oh enggak. Pada November yang lalu saya sempat ketemu. Waktu acara gelar pahlawan,” ungkapnya.
Meski begitu, Gus Ipul mengakui adanya perbedaan pandangan di internal PBNU.
Sebelumnya, ketegangan mencuat setelah pemberhentian Gus Yahya sebagai Ketua Umum Tanfidziyah oleh rapat harian Syuriah pada 20 November lalu.
Gus Yahya menolak keputusan tersebut dan menilai Syuriah tidak berwenang memberhentikan Tanfidziyah yang dipilih melalui Muktamar.
Sebagai respons, Gus Yahya mencopot Gus Ipul dari jabatan Sekretaris Jenderal.
Saat ini, PBNU menghadapi dualisme kepemimpinan.
Selain kepemimpinan Gus Yahya hasil Muktamar 2022, ada pula Zulfa Mustofa yang ditetapkan sebagai Pj Ketum oleh Pleno Syuriah, dengan dukungan dari Gus Ipul, hingga Muktamar 2026 mendatang.







