Berita

KSAL Sebut Kapal Garibaldi Masih Layak Beroperasi 20 Tahun Lagi

1
×

KSAL Sebut Kapal Garibaldi Masih Layak Beroperasi 20 Tahun Lagi

Sebarkan artikel ini
KSAL Laksamana Muhammad Ali meninjau kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi yang akan menjadi KRI Sriwijaya.
KSAL Laksamana Muhammad Ali meninjau kapal ITS Giuseppe Garibaldi yang akan resmi menjadi KRI Sriwijaya.

Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyatakan bahwa kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C551) yang akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya diproyeksikan mampu memperkuat jajaran TNI AL hingga dua dekade mendatang, Jumat (18/9/2026).

Dilansir dari Fenesia, Laksamana Muhammad Ali memberikan pernyataan tersebut saat meninjau langsung kondisi kapal buatan Fincantieri, Italia, yang kini telah memasuki usia operasional lebih dari 40 tahun.

Laksamana Muhammad Ali menegaskan bahwa hasil inspeksi terhadap sejumlah ruangan dan peralatan di dalam kapal menunjukkan kondisi fisik yang masih sangat baik.

“Mudah-mudahan nanti bisa bertahan digunakan oleh TNI AL mungkin 15 sampai 20 tahun lagi,” kata Ali.

Pengadaan kapal induk ini difokuskan sebagai dukungan utama bagi TNI AL dalam menjalankan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) di wilayah Indonesia.

Kebutuhan akan platform besar yang mampu menampung banyak helikopter menjadi pertimbangan utama mengingat Indonesia sering menghadapi bencana alam.

“Kami sangat butuh kapal atau platform yang bisa membawa banyak helikopter,” kata Ali.

Kapal dengan dimensi panjang 180 meter dan lebar 33 meter tersebut dirancang untuk memaksimalkan kapasitas angkut hingga 14 unit helikopter.

Pemanfaatan kapasitas tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan logistik dalam situasi darurat seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta distribusi bantuan kemanusiaan.

Sebelum dioperasikan secara penuh oleh TNI AL, kapal tersebut akan menjalani proses peremajaan atau refurbish secara menyeluruh.

Proses modifikasi tersebut dilakukan untuk menyesuaikan spesifikasi kapal dengan kebutuhan operasional di perairan tropis Indonesia.

“Jadi kita sesuaikan dengan kepentingan Angkatan Laut kita di Indonesia dengan situasi di laut tropis, kita sesuaikan apa yang perlu ditambahkan apa yang tidak perlu,” kata Ali.

Pihak TNI AL berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap penambahan fitur pada kapal tersebut relevan dengan tugas pokok dan fungsi penjagaan kedaulatan laut nasional.

Integrasi kapal induk ini diharapkan menjadi aset strategis dalam meningkatkan mobilitas TNI AL dalam merespons berbagai tantangan non-kombatan di masa depan.

Penggunaan kembali kapal bekas dari negara mitra merupakan bagian dari strategi pemenuhan alutsista yang dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi serta kondisi teknis yang masih mumpuni.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya modernisasi armada TNI AL agar tetap mampu menjalankan tugas patroli dan bantuan kemanusiaan dengan kapasitas yang lebih besar dibanding kapal-kapal konvensional yang dimiliki saat ini.

Hingga saat ini, proses alih status dan perbaikan kapal masih terus dikoordinasikan untuk memastikan kesiapan teknis sebelum KRI Sriwijaya beroperasi secara resmi.