Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 1,81% atau 116,06 poin ke level 6.521 pada penutupan perdagangan Kamis (27/8/2026), di tengah berlangsungnya aksi unjuk rasa massa di depan Gedung DPR.
Dilansir dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), lonjakan indeks terjadi bersamaan dengan respons pimpinan parlemen terhadap aspirasi demonstran terkait kebijakan hukum dan legislasi nasional.
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco, secara resmi menerima tuntutan massa mengenai usulan hukuman mati bagi koruptor serta berkomitmen merampungkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026.
Sufmi Dasco menegaskan kesediaannya untuk meletakkan jabatan apabila janji legislasi tersebut tidak terealisasi sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan.
“Kami, pimpinan DPR, berkomitmen menyelesaikan RUU Perampasan Aset tepat waktu, dan kami tidak ada masalah tentang perjanjian ini. Kalau tidak selesai sebelum tenggat waktu, ya kami mengundurkan diri. Enggak ada masalah,” kata Sufmi Dasco.
Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan total volume transaksi mencapai 35,54 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1,97 juta kali.
Kapitalisasi pasar domestik menyentuh angka Rp 11.471 triliun dengan total nilai transaksi harian sebesar Rp 13,53 triliun.
Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin nilai transaksi tertinggi dengan nominal Rp 607,35 miliar.
Posisi berikutnya diikuti oleh PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dengan nilai transaksi Rp 525,92 miliar dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 514,94 miliar.
Sebanyak 553 saham ditutup menguat, sementara 96 saham mengalami koreksi dan 138 saham lainnya stagnan.
Seluruh sektor di bursa domestik berhasil ditutup di zona hijau, dengan sektor industri mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 3,95%.
Kinerja sektor industri didorong oleh apresiasi harga saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) sebesar 18,37%, PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar 2,62%, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebesar 6,32%, serta PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) sebesar 10,73%.
Saham perbankan berkapitalisasi besar turut mencatatkan penguatan, meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 0,79%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 0,64%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 1,20%, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 0,82%.
Di pasar regional, indeks bursa Asia menunjukkan pergerakan variatif dengan penurunan pada Nikkei Jepang sebesar 0,14% dan Hang Seng sebesar 0,4%, sementara Kospi Korea Selatan naik 1,53% dan Shanghai Composite menguat 1,13%.
Daftar top gainers meliputi PT Asuransi Jiwa Sinarmas Tbk (LIFE) yang naik 19,85%, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) naik 19,13%, dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) naik 14,38%.
Daftar top losers mencakup PT PP Property Tbk (PPRO) turun 6,25%, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun 2,12%, serta PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) turun 1,84%.







