Ecozone

Rencana Penjualan Saham BYAN Low Tuck Kwong ke Haji Isam Menguat

6
×

Rencana Penjualan Saham BYAN Low Tuck Kwong ke Haji Isam Menguat

Sebarkan artikel ini
Low Tuck Kwong dalam sebuah acara resmi terkait PT Bayan Resources Tbk.
Low Tuck Kwong dikabarkan tengah bernegosiasi untuk menjual saham PT Bayan Resources Tbk kepada konsorsium pimpinan Haji Isam.

Jakarta – Konglomerat pertambangan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tengah menjadi sorotan pasar menyusul kabar negosiasi penjualan mayoritas saham milik Low Tuck Kwong kepada konsorsium yang dipimpin oleh pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, pada Kamis (27/8/2026).

Dilansir dari Bloomberg, Low Tuck Kwong saat ini sedang melakukan pembicaraan intensif untuk melepas kepemilikan saham senilai US$ 28 miliar atau setara Rp 495,46 triliun kepada pihak yang dipimpin oleh Haji Isam.

Data kepemilikan saham menunjukkan bahwa Low Tuck Kwong menguasai 40% saham Bayan Resources, sementara 22% sisanya dimiliki oleh putrinya, sehingga total potensi akuisisi mencakup sekitar 62% saham perusahaan.

Sumber yang mengetahui rencana tersebut menyatakan bahwa proses diskusi masih berlangsung dan belum ada kepastian mengenai kesepakatan final antara kedua belah pihak.

Harga transaksi diperkirakan akan ditetapkan dengan diskon terhadap harga pasar saat ini karena jumlah saham yang beredar di publik atau free float untuk emiten BYAN tergolong relatif terbatas.

Manajemen Bayan Resources sebelumnya telah memberikan klarifikasi melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (18/8) terkait rumor akuisisi tersebut.

Sekretaris Perusahaan Bayan Resources, Jenny Quantero, menegaskan bahwa perseroan tidak memiliki informasi mengenai rencana pengambilalihan saham oleh Haji Isam atau pihak terafiliasi lainnya.

“Namun pemegang saham pengendali perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan,” kata Jenny.

Jenny menambahkan bahwa hingga saat ini, Bayan Resources tidak memiliki kejadian material lain yang belum disampaikan kepada publik yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha atau harga saham perseroan.

Kabar mengenai potensi akuisisi ini muncul di tengah tekanan kebijakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor batu bara, termasuk pemangkasan kuota produksi untuk menjaga stabilitas harga komoditas.

Selain kebijakan kuota, pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap pelaku usaha tambang melalui denda pelanggaran izin kehutanan dan dorongan partisipasi dalam obligasi negara.

Para taipan batu bara saat ini juga menghadapi tantangan berupa pemeriksaan pajak yang lebih intensif serta kebijakan penyitaan lahan perkebunan kelapa sawit dalam skala besar.

Respons pasar terhadap laporan tersebut terlihat pada pergerakan harga saham BYAN yang sempat menguat 5,63% ke level Rp 15.950 sebelum ditutup pada posisi Rp 15.325 pada perdagangan Rabu (26/8).

Jika transaksi ini terealisasi, posisi Haji Isam sebagai salah satu taipan batu bara terbesar di Indonesia akan semakin dominan mengingat keterlibatannya dalam berbagai entitas pertambangan nasional.

Di sisi lain, pergerakan saham emiten milik Haji Isam lainnya menunjukkan hasil yang beragam, di mana PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) mencatatkan kenaikan 2,23% ke level Rp 3.210.

Sebaliknya, saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) justru mengalami tekanan jual dengan koreksi masing-masing sebesar 0,50% dan 2,29%.

Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor dan artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.