Ecozone

Asing Borong Saham BMRI, BBCA, dan MDKA Saat IHSG Terkoreksi

4
×

Asing Borong Saham BMRI, BBCA, dan MDKA Saat IHSG Terkoreksi

Sebarkan artikel ini
Layar monitor menampilkan pergerakan grafik saham di Bursa Efek Indonesia
Investor asing mencatatkan beli bersih pada sejumlah saham di tengah pelemahan IHSG.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan tipis sebesar 0,07% atau 4,78 poin ke level 6.496 pada perdagangan sesi pertama hari Rabu (26/8/2026).

Dilansir dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), koreksi indeks utama ini terjadi di tengah aktivitas investor asing yang mencatatkan beli bersih atau net buy senilai Rp 216,95 miliar.

Aksi beli investor asing secara dominan menyasar saham perbankan besar, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 205,30 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 63,65 miliar, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebanyak Rp 49,50 miliar.

Total volume transaksi perdagangan di pasar modal domestik sepanjang sesi pertama mencapai 23,21 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,4 juta kali.

Kapitalisasi pasar tercatat menyentuh angka Rp 11.426 triliun dengan total nilai transaksi harian yang terakumulasi mencapai Rp 8,98 triliun.

Pergerakan pasar secara sektoral menunjukkan tekanan jual yang cukup signifikan, di mana delapan dari sebelas sektor yang ada di bursa harus parkir di zona merah.

Sektor transportasi memimpin pelemahan dengan penurunan sebesar 1,96%, yang dipicu oleh anjloknya saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sebesar 5,80% ke level Rp 65.

Tekanan pada sektor transportasi juga diperparah oleh penurunan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) sebesar 3,65% ke Rp 660 serta saham PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) yang turun 4,69% ke Rp 183.

Saham sektor keuangan, khususnya bank jumbo, bergerak bervariasi dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang berada dalam kondisi stagnan di level 6.400.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 0,94% ke Rp 3.150 dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 0,48% ke Rp 4.180, sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) justru menguat 0,27% ke Rp 3.690.

Berdasarkan nilai transaksi, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi yang paling aktif ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp 418,33 triliun.

Urutan berikutnya diikuti oleh saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp 310,84 miliar dan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 304,41 miliar.

Berbeda dengan kondisi domestik, indeks di kawasan Asia justru menunjukkan kinerja positif dengan berada di zona hijau.

Indeks bursa Nikkei Jepang naik 0,72% ke level 66.332, Shanghai Composite bertambah 0,70% ke level 3.916, serta Kospi Korea Selatan tumbuh 1,64% ke level 6.853.

Indeks Hang Seng turut mencatatkan penguatan sebesar 0,66% ke level 25.680 di tengah sentimen positif pasar regional.

Daftar top gainers siang ini dipimpin oleh PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) yang naik 31,55% ke Rp 246, diikuti PT Asuransi Jiwa Sinarmas Tbk (LIFE) naik 19,82% ke Rp 6.800, dan PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) naik 12,36% ke Rp 1.000.

Sementara itu, daftar top losers diisi oleh PT PP Property Tbk (PPRO) yang turun 5,88% ke Rp 16, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) turun 5,80% ke Rp 65, serta PT Indosat Tbk (ISAT) turun 4,94% ke Rp 2.500.