Ecozone

Anwar Ibrahim Surati Prabowo Terkait Kerugian BUMN Malaysia di Emiten Peter Sondakh

2
×

Anwar Ibrahim Surati Prabowo Terkait Kerugian BUMN Malaysia di Emiten Peter Sondakh

Sebarkan artikel ini
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah pertemuan bilateral.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto terkait investasi Felda di PT Eagle High Plantations.

Jakarta – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim secara resmi telah mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (26/8/2026) guna meminta perhatian khusus atas potensi kerugian investasi sebesar Rp 11 triliun yang dialami Lembaga Pembangunan Tanah Federal (Felda) pada perusahaan sawit nasional, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), milik konglomerat Peter Sondakh.

Dilansir dari Bernama, langkah diplomatik ini diambil pemerintah Malaysia karena investasi tersebut terancam gagal total akibat sengketa hukum yang masih berlangsung di pengadilan Indonesia.

Anwar Ibrahim menyatakan bahwa investasi yang dilakukan pada era pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak tersebut kini memiliki risiko kerugian yang sangat signifikan bagi kas negara Malaysia.

“Pelaburan ini (EHP) yang tersangkut di mahkamah di Indonesia,” kata Anwar Ibrahim.

Ia mengungkapkan bahwa dari total investasi sebesar 2,5 miliar ringgit, dana yang diperkirakan dapat diselamatkan hanya tersisa sekitar 200 juta ringgit jika permasalahan ini tidak segera ditangani.

“Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo Subianto meminta beliau melihat juga masalah ini,” ujar Anwar Ibrahim.

“Kemudian kalau tidak ditangani, RM2.5 miliar ini yang mungkin yang kita peroleh nanti RM200 juta,” tambah Anwar Ibrahim.

Kondisi keuangan Felda semakin tertekan karena hingga saat ini perusahaan milik Peter Sondakh tersebut belum memberikan kejelasan mengenai pengembalian dana investasi kepada pihak otoritas Malaysia.

Proses hukum yang berlarut-larut di pengadilan Indonesia menjadi hambatan utama bagi Felda untuk menarik kembali modal yang telah ditanamkan ke dalam operasional Eagle High Plantations.

Dampak dari ketidakpastian hukum ini segera merespons negatif di pasar modal, terlihat dari penurunan harga saham BWPT sebesar 3,74% ke level Rp 103 pada sesi perdagangan intraday.

Volume perdagangan saham BWPT tercatat mencapai 202,23 juta lembar dengan total nilai transaksi sebesar Rp 20,86 miliar.

Data bursa menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar PT Eagle High Plantations Tbk saat ini berada di angka Rp 3,25 triliun.

Kinerja saham perusahaan tersebut memang sedang mengalami tekanan berat dengan koreksi secara year to date sebesar 28,67%.

Dalam rentang waktu lima tahun terakhir, nilai saham BWPT secara akumulatif telah merosot tajam hingga 18,40% di lantai bursa.

Keterlibatan langsung kepala pemerintahan Malaysia dalam masalah investasi ini menunjukkan urgensi krisis keuangan yang dihadapi oleh Felda terkait aset mereka di Indonesia.

Pemerintah Malaysia berharap melalui komunikasi tingkat tinggi ini, sengketa aset dengan PT Eagle High Plantations Tbk dapat segera menemukan titik terang untuk meminimalkan kerugian negara.