Berita

Yahya Cholil Tegaskan Rapat Syuriah Tak Bisa Copot Ketua Umum PBNU

84
×

Yahya Cholil Tegaskan Rapat Syuriah Tak Bisa Copot Ketua Umum PBNU

Sebarkan artikel ini
1892e4726348d85d17fe110d4203c78c.jpg
1892e4726348d85d17fe110d4203c78c.jpg

Surabaya – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menanggapi surat risalah rapat harian Syuriah PBNU yang meminta dirinya mundur. Gus Yahya menegaskan surat tersebut tidak memenuhi standar organisasi karena tidak ditandatangani secara digital dan tidak memiliki wewenang untuk mencopot jabatannya.

Menurut Gus Yahya, dokumen resmi organisasi seharusnya menggunakan tanda tangan digital agar benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Ia khawatir tanda tangan yang dipindai sangat mudah dipalsukan. Pernyataan ini disampaikan Gus Yahya usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia di Hotel Novotel Samator Surabaya pada Ahad dini hari, 23 November 2025.

Sebelumnya, sebuah surat berisi kesimpulan rapat harian Syuriah PBNU beredar di media sosial. Surat yang ditandatangani oleh Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar itu, meminta Gus Yahya untuk mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PBNU dalam waktu tiga hari sejak diterimanya keputusan rapat harian Syuriyah PBNU.

Gus Yahya juga menegaskan bahwa rapat harian Syuriah tidak memiliki wewenang untuk memberhentikan ketua umum. Ia menjelaskan, mekanisme pencopotan jabatan diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PBNU.

Terlepas dari polemik yang terjadi, Gus Yahya menyatakan optimismenya bahwa NU sebagai organisasi besar mampu segera menyelesaikan konflik internal ini. Ia berharap agar segera ditemukan jalan keluar terhadap masalah yang terjadi.

“Nahdlatul Ulama (NU) ini organisasi besar dan sudah mengalami segala macam gelombang dalam sejarahnya. Saya optimis NU punya kemampuan untuk mengatasi masalah ini dengan sebaik-baiknya,” kata Gus Yahya.

Rapat koordinasi PBNU bersama jajaran PWNU se-Indonesia ini digelar usai risalah rapat Syuriyah beredar. Pertemuan berlangsung pada Sabtu, 22 November 2025 pukul 20.00 hingga Ahad dini hari pukul 01.00 WIB. Namun, dalam rapat itu, sejumlah petinggi NU seperti Sekjen PBNU Syaifullah Yusuf dan Ketua PWNU Jatim Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin tidak terlihat hadir.