Jakarta – PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP), perusahaan yang dikendalikan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM), secara resmi memulai proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan target pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada Senin (24/8/2026).
Dilansir dari prospektus perusahaan, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 323 juta lembar saham baru kepada publik, yang setara dengan 30,30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi korporasi tersebut rampung.
Rentang harga penawaran saham ditetapkan pada kisaran Rp 130 hingga Rp 140 per lembar, sehingga perusahaan berpotensi mengumpulkan dana segar maksimal senilai Rp 45,22 miliar.
PT Sukadana Prima Sekuritas telah ditunjuk oleh pihak manajemen untuk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam proses penawaran ini.
Alokasi penggunaan dana hasil IPO sebesar Rp 15,8 miliar direncanakan untuk modal kerja guna meningkatkan kapasitas produksi serta menjaga kualitas produk kesehatan yang dihasilkan.
Perseroan juga mengalokasikan dana sebesar Rp 12,2 miliar untuk kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) guna mendukung pengembangan operasional perusahaan.
Sebanyak Rp 12 miliar dari total dana hasil penawaran akan digunakan untuk melunasi kewajiban utang kepada PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) sebesar Rp 2 miliar dan kepada Yayasan Universitas Gadjah Mada (YUGM) senilai Rp 10 miliar.
Pasca-IPO, struktur kepemilikan saham perseroan akan mengalami perubahan dengan PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 67,72% atau 721.898.050 lembar saham.
Pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) memegang kendali atas perseroan sebesar 1,88%, sementara PT Radio Swaragama memiliki porsi sebesar 0,05%.
Berdasarkan Surat Pernyataan Pengendali Perseroan, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menegaskan komitmennya untuk tidak melepas kendali atas perusahaan selama 12 bulan sejak tanggal efektif pernyataan pendaftaran IPO.
Jadwal tahapan IPO dimulai dengan masa penawaran awal atau bookbuilding pada 24 hingga 27 Agustus 2026, diikuti dengan tanggal efektif pada 31 Agustus 2026.
Masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 8 September 2026, dengan tanggal penjatahan dan distribusi saham masing-masing pada 8 dan 9 September 2026.
PT Swayasa Prakarsa Tbk sendiri merupakan entitas yang didirikan pada 12 Januari 2012 sebagai wadah komersialisasi hasil riset dan hilirisasi inovasi dari Universitas Gadjah Mada.
Perseroan memfokuskan lini bisnisnya pada manufaktur produk kesehatan berbasis riset yang mencakup unit Gama Herbal Indonesia, unit Heprogama untuk alat kesehatan, dan unit Gamafood.
Ekspansi usaha berlanjut pada 2022 melalui pembentukan Unit Distribusi IMEDEV untuk memperkuat rantai nilai bisnis serta memperluas jangkauan distribusi produk ke pasar yang lebih luas.
Strategi hilirisasi riset ini menjadi fondasi utama dalam pengembangan produk industri yang kompetitif bagi PT Swayasa Prakarsa Tbk di pasar domestik.







