Berita

Trump Ancam Kolombia dan Meksiko Buntut Penculikan Maduro

180
×

Trump Ancam Kolombia dan Meksiko Buntut Penculikan Maduro

Sebarkan artikel ini
3eaa82b0e22b89cac4e89319fb84e358.jpg
3eaa82b0e22b89cac4e89319fb84e358.jpg

Bogota – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman keras terhadap Presiden Kolombia, Gustavo Petro, terkait isu narkoba dan intervensi AS di Amerika Latin. Pernyataan ini memicu reaksi keras dari Petro yang menyerukan persatuan negara-negara Amerika Latin.

Trump menuduh Petro mengawasi produksi dan perdagangan kokain ke Amerika Serikat. “Dia memiliki pabrik kokain. Dia memiliki pabrik tempat dia membuat kokain. Mereka mengirimkannya ke Amerika Serikat,” ujar Trump seperti dilansir TRT World, seraya menambahkan bahwa Petro “harus berhati-hati.”

Ancaman ini muncul setelah pasukan AS menculik Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya, Cilia Flores. Trump mengklaim bahwa AS “bertanggung jawab” atas Venezuela dan mengancam akan mengirim militer jika negara itu “tidak berperilaku baik.”

Petro merespons dengan menyerukan persatuan Amerika Latin agar tidak diperlakukan sebagai “pelayan dan budak.” Ia mengingatkan sejarah pemboman ibu kota Amerika Selatan oleh AS dan menekankan pentingnya kawasan itu untuk bersatu, berdagang, dan menjalin hubungan dengan seluruh dunia.

Trump juga melontarkan peringatan kepada Meksiko terkait masalah narkoba dan mengklaim bahwa kartel mengendalikan negara itu. Ia bahkan menawarkan bantuan militer kepada Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum.

Selain Kolombia dan Venezuela, Trump juga menyoroti situasi di Kuba. Ia mengatakan bahwa Kuba “siap jatuh” karena kehilangan pendapatan dari Venezuela dan mengklaim banyak warga Kuba akan senang dengan hal ini.

Menanggapi komentar Trump, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyebut Kuba sebagai “bencana” dan menuduh pejabat Kuba memainkan peran sentral dalam mendukung pemerintahan Maduro.

Pengamat menilai komentar Trump sebagai bagian dari pola yang lebih besar untuk menargetkan negara-negara berhaluan kiri di Amerika Latin dan menegaskan dominasi AS di kawasan tersebut. Trump bahkan menyebut versi abad ke-21 dari Doktrin Monroe sebagai “Doktrin Don-Roe.”

Ancaman Trump terhadap Kolombia dan Kuba bukan yang pertama kali. Sebelumnya, ia telah memperingatkan Petro untuk “berhati-hati” dan menyebut situasi politik di Kuba sebagai “sesuatu yang akan kita bicarakan nanti, karena Kuba adalah negara yang gagal.”

Para ahli mengatakan masih terlalu dini untuk memastikan apakah Trump akan merealisasikan ancamannya atau hanya bertujuan untuk memaksa Kolombia dan Kuba bekerja sama dengan Washington. Pernyataan ini menggarisbawahi meningkatnya ketegangan antara Washington dan beberapa pemerintah Amerika Latin.