Ecozone

Surplus Dagang RI Bertahan 67 Bulan, Tembus 38,54 Miliar Dolar AS

192
×

Surplus Dagang RI Bertahan 67 Bulan, Tembus 38,54 Miliar Dolar AS

Sebarkan artikel ini
e19e6cda04abebe39e3ad7eb469ae4e8.jpg
e19e6cda04abebe39e3ad7eb469ae4e8.jpg

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan kabar baik bagi perekonomian Indonesia. Neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus fantastis sebesar 38,54 miliar dolar AS untuk periode Januari hingga November 2025.

Angka ini menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, menjelaskan bahwa surplus ini didorong oleh kinerja gemilang sektor nonmigas.

Sektor nonmigas mencatatkan surplus sebesar 56,15 miliar dolar AS.

Namun, sektor migas masih menjadi perhatian karena mengalami defisit sebesar 17,61 miliar dolar AS.

Secara kumulatif, kinerja ekspor Indonesia tetap solid.

Nilai ekspor mencapai 256,56 miliar dolar AS, tumbuh 5,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor nonmigas menjadi motor penggerak dengan peningkatan 7,07 persen, mencapai 244,75 miliar dolar AS.

Meski demikian, ekspor bulanan pada November 2025 mengalami penurunan sebesar 6,60 persen dibandingkan November 2024, menjadi 22,52 miliar dolar AS.

Impor juga menunjukkan peningkatan secara tahunan.

Nilai impor Indonesia mencapai 218,02 miliar dolar AS, naik 2,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Impor nonmigas tumbuh 4,37 persen menjadi 188,61 miliar dolar AS.

Pada November 2025, nilai impor tercatat 19,86 miliar dolar AS, meningkat tipis 0,46 persen dibandingkan November 2024.

Dengan catatan positif ini, neraca perdagangan barang Indonesia telah mencatatkan surplus selama 67 bulan berturut-turut, sebuah rekor yang dimulai sejak Mei 2020.

Ilustrasi logo perusahaan PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) dan aktivitas pertambangan batu bara
Ecozone

PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) resmi mengakuisisi 72% saham PT Berau Usaha Mandiri (BUM) melalui PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), anak perusahaan BIKE. Direktur BIKE, Winston Mulyadi mengatakan akuisisi ini bertujuan untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha perusahaan serta memperluas portofolio usaha di bidang pertambangan. “Akuisisi ini diharapkan dapat mendukung pengembangan dan diversifikasi…

Kepingan emas batangan dengan latar belakang grafik pasar keuangan yang menunjukkan tren harga
Ecozone

Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Jumat (9/10/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada Rabu (7/10/2026). Pergerakan emas dipengaruhi kekhawatiran inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi serta prospek kenaikan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 4.147,77 per ons troi pada pukul 00.43 GMT. Sementara…

Gedung Federal Reserve di Washington DC dengan latar belakang bendera Amerika Serikat
Ecozone

Risiko inflasi yang masih berada di atas target 2% membuat Federal Reserve (The Fed) tetap membuka peluang kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) sebelum akhir 2026. Hal tersebut tercermin dalam risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) 15–16 September 2026 yang dirilis pada Rabu (7/10/2026). Dalam rapat tersebut, The Fed menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 3,75%–4,00%. Mayoritas pejabat The Fed menilai…