FENESIA – Lambang kuda jingkrak berlatarkan warna kuning sudah lama menjadi lambang kemewahan dan kecepatan selama bertahun-tahun di seluruh dunia. Apa alasan Ferrari menggunakan logo tersebut?
Pada awalnya, logo yang sudah ada sejak 1692 tersebut bukanlah milik Ferrari, melainkan Alfa Romeo.
Lambang kuda jingkrak atau Ferrari Cavallino Rampante telah terpajang di spanduk resimen Kerajaan Piedmont dari Duke of Savoy, Vittorio Amadeo II karya Museo del Marchio Italiano.
Salah satu kisah seputar asal usul kelahiran Ferrari menyebutkan lambang kuda jingkrak ini juga pernah terpajang di sisi pesawat tempur Italia pada Perang Dunia II.
Dikisahkan, pendiri Ferrari, Enzo Ferrari tengah mengunjungi rumah kediaman Count Enrico Baracca dan Countess Paolina Baracca. Mereka adalah pasangan yang anaknya menjadi pilot pesawat tempur Italia, pilot tersebut bermama Francesco Baracca.
Dalam beberapa misi penerbangannya, Francesco Baracca menempelkan logo kuda jingkrak, yang merupakan hasil lukisan sendiri di badan pesawatnya. Kemudian, pasangan Count Enrico Baracca dan Countess Paolina Baracca menyarankan Enzo Ferrari memasang logo kuda jingkrak tersebut di mobil balapnya sebagai lambang keberuntungan.
Secara kebetulan setelah logo yang ada pada peswat tempur Baracca yang ia tempelkan pada mobilnya langsung membawa Ferrari memenangkan laga balap di sirkuit Savio, Ravenna Italia pada 1923. Akhirnya Enzo menetapkan logo Ferrari merupakan kuda jingkrak sebagai lambang mereka.
Sedangkan, warna kuning yang menjadi latar belakang kuda adalah warna kebesaran kampung halaman Enzo di Modena. Padahal waktu itu Baracca menggambarkan kuda jingkrak berkelir merah pada bagian samping sisi pesawat tempur.
Sementara versi lain menceritakan kalau logo kuda jingkrak yang dipasang di pesawat tempur Perang Dunia I itu sejatinya bukan lambang keberuntungan. Melainkan simbol pembunuhan (atau penaklukkan), yang saat itu Francesco Baracca berhasil menembak jatuh pesawat musuh yang berasal dari Suttgart, Jerman.
Sebagai informasi, kota Stuttgart juga memikiki simbol kuda jingkrak yang sampai sekarang masih dipakai dan terlihat pada logo mobil Porsche.
Awalnya logo Ferrari ini bukan diperuntukkan untuk Ferrari melainkan untuk Alfa Romeo, karena pada masa itu Scuderia Ferrari memang belum memproduksi mobil namun hanya sebagai tim balap dari Alfa Romeo. Bahkan Enzo sendiri memulai kariernya bersama Alfa Romeo sebagai pebalap. Logo Ferrari ini terpasang pada mobil balap Alfa Romeo 8C Monza pada musim 1932.
Tapi setelah Perang Dunia II berakhir, keadaan berubah, Ferrari mulai membuat mobil penumpang untuk pertama kali. Awalnya Enzo memang tidak tertarik untuk bisa menjual mobil Ferrari versi jalanan, namun demi mendanai balap Enzo harus menjual Ferrari versi jalanan namun tetap menawarkan ketangguhan. Akhirnya untuk pertama kalinya Ferrari memperkenalkan model 125 S pada 1947.
Akhirnya logo kuda jingkrak menjadi milik Ferrari dengan perubahan desain untuk pertama kalinya, awalnya memiliki berdesain perisai berubah menjadi persegi panjang.
Setelah menetapkan Cavallino Rampante atau kuda jingkrak memiliki latar belakang kuning dengan tiga warna bendera Italia di bagian atas pada masa-masa awalnya, Ferrari sempat beberapa kali mengubah logonya. Namun semuanya tetap mempertahankan ketiga elemen kunci tersebut.
Perubahan yang paling mencolok terlihat pada detail dan ketebalan garis. Dikatakan perubahan detail dan tebal dan tipis desain menunjukkan suasana hati dari kudanya atau perusahaan.
Dalam pengertian antropomorfisme, kuda merupakan hewan yang sangat dikenal sehingga garis dan lekuk pada mata, hidung, dan mulutnya, dapat mendeteksi situasi perasaan kuda tersebut apakah marah dengan menguatkan kaki belakang dan berdiri tegak.
Lalu apakah ini juga berkesinambungan situasi perusahaan? Dalam banyak hal dinyatakan iya. Sebut saja perubahan yang awalnya Enzo Ferrari, seorang pebalap di masa mudanya lalu berunah menjadi pebisnis yang melahirkan banyak kendaraan penumpang terbaik hingga sekarang.







