Ecozone

Pertamina Perluas Bisnis Baterai, Garap BESS hingga Daur Ulang

35
×

Pertamina Perluas Bisnis Baterai, Garap BESS hingga Daur Ulang

Sebarkan artikel ini
Penandatanganan nota kesepahaman antara Pertamina dan IBC untuk pengembangan ekosistem baterai di Karawang.
Pertamina menjalin kerja sama strategis dengan IBC untuk mengembangkan ekosistem baterai dan BESS di Karawang.

Karawang – PT Pertamina (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan PT Industri Baterai Indonesia (IBC) untuk memperluas peluang bisnis rendah karbon melalui pengembangan Battery Energy Storage System (BESS) dan teknologi pendukung ekosistem baterai lainnya pada Senin (31/8/2026).

Dilansir dari siaran pers PT Pertamina (Persero), kemitraan tersebut diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Sinergi Pengembangan Ekosistem Industri Baterai Terintegrasi yang berlangsung di fasilitas PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), Jawa Barat.

Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk memperkuat rantai nilai energi masa depan sekaligus mendukung akselerasi transisi energi nasional melalui optimalisasi riset dan laboratorium baterai.

SVP Technology Innovation & Implementation Pertamina, Hana Timoti, menyatakan bahwa perusahaan melihat potensi komersialisasi yang signifikan dalam pengembangan berbagai teknologi baterai.

“Kami melihat peluang besar untuk dikomersialisasikan, mulai dari pengembangan BESS, battery recycling, pengembangan industri baterai masa depan, hingga optimalisasi fasilitas riset dan laboratorium baterai yang terintegrasi,” kata Hana Timoti.

Fokus pengembangan BESS yang dijajaki mencakup dua kategori utama, yakni Portable Power Station dan Stationary Power Station.

Pertamina memproyeksikan bahwa teknologi BESS akan menjadi solusi penyimpanan energi yang vital sekaligus membuka lini bisnis baru bagi perusahaan di sektor energi berkelanjutan.

Selain penyimpanan energi, kerja sama ini juga mencakup pengelolaan baterai bekas melalui metode daur ulang dan guna ulang (recycle and reuse).

Pertamina turut menjajaki potensi pemanfaatan material turunan minyak dan gas bumi untuk mendukung pasokan bahan baku dalam ekosistem baterai nasional.

Direktur Pengembangan Bisnis IBC, Niko Chandra, menyebutkan bahwa integrasi kekuatan antarperusahaan nasional ini krusial untuk membangun ekosistem baterai yang kokoh.

“Kolaborasi dengan Pertamina membuka peluang besar untuk mengintegrasikan kekuatan dua perusahaan nasional dalam membangun ekosistem baterai yang kokoh dan berkelanjutan,” ujar Niko Chandra.

Niko menambahkan bahwa sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transisi energi Indonesia sekaligus memperkuat daya saing negara di peta industri baterai global.

Saat ini, IBC bersama konsorsium CATL–Brunp–Lygend (CBL) sedang mengoperasikan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang sebagai pusat manufaktur baterai terintegrasi.

Fasilitas manufaktur di Karawang tersebut telah memulai operasional secara bertahap sejak Juli 2026 dengan kapabilitas produksi yang mencakup pengembangan produk BESS.

Bagi Pertamina, inisiatif ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi portofolio untuk melengkapi bisnis energi eksisting dengan solusi rendah karbon.

Pengembangan ekosistem baterai ini juga dipandang sebagai upaya strategis perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional di masa depan.

Sinergi antara Pertamina dan IBC diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi industri otomotif listrik dan infrastruktur energi nasional yang terus berkembang pesat.

Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kedua belah pihak dalam mengadopsi inovasi teknologi guna menghadapi tantangan transisi energi global.