FeedSport

PBSI Soroti Kinerja Dua Pelatih Usai Indonesia Gagal di Thomas Cup

130
×

PBSI Soroti Kinerja Dua Pelatih Usai Indonesia Gagal di Thomas Cup

Sebarkan artikel ini
ca5071880920e65a87658cb39542fd38.jpg
ca5071880920e65a87658cb39542fd38.jpg

Jakarta – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) segera melakukan perombakan besar-besaran menyusul performa buruk tim beregu putra pada ajang Thomas Cup 2026. Kegagalan menembus babak perempat final menjadi sinyal kuat bagi pengurus untuk mengevaluasi posisi pelatih hingga sistem promosi degradasi atlet.

Wakil Ketua Umum I PBSI, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa tidak ada posisi yang aman jika hasil yang diraih tidak memenuhi ekspektasi. Perubahan struktur kepelatihan, khususnya di sektor tunggal putra, menjadi opsi paling realistis untuk memperbaiki performa tim.

“Sangat mungkin ada perubahan pelatih, kenapa tidak. Promosi dan degradasi atlet bisa kapan saja, begitu juga dengan pelatih. Kalau tidak perform, buat apa dipertahankan? Olahraga tidak bisa menunggu,” ujar Taufik.

Sorotan utama tertuju pada performa sektor tunggal putra yang belum mampu tampil maksimal. Nama-nama seperti Alwi Farhan, Mohammad Zaki Ubaidillah, hingga Anthony Sinisuka Ginting dinilai gagal menunjukkan taringnya dalam turnamen tersebut.

Pelatih utama Pelatnas Cipayung, Indra Wijaya, kini berada dalam posisi terancam. Mantan pelatih Lee Zii Jia itu dianggap belum mampu menemukan sentuhan terbaiknya di sektor putra, kontras dengan pencapaian impresifnya saat menangani sektor tunggal putri sebelumnya.

Selain Indra, posisi Antonius Budi Ariantho sebagai pelatih ganda putra juga masuk dalam daftar evaluasi. PBSI menyoroti kurangnya konsistensi ganda putra di luar pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

PBSI menegaskan bahwa perombakan ini tidak hanya menyasar pelatih teknik, tetapi juga seluruh tim pendukung yang dinilai kurang berkontribusi. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata memperbaiki kualitas tim di tengah masa transisi pasca mundurnya sejumlah pemain senior dari Pelatnas Cipayung.

Tim beregu putra Indonesia sendiri harus puas finis di peringkat ketiga setelah kalah bersaing dengan Thailand dan Prancis di babak grup. Kegagalan ini menjadi alarm keras bagi skuad Garuda agar segera bangkit sebelum menghadapi Asian Games 2026 yang akan digelar dalam waktu dekat.

Taufik memastikan PBSI akan mencari sosok pengganti yang lebih kompeten demi mengembalikan kejayaan bulu tangkis Indonesia. Pihaknya berkomitmen untuk tidak kompromi terhadap penurunan kualitas di lingkungan Pelatnas.

irwansyah
FeedSport

Ringkasan Berita: Irwansyah kembali menjadi sorotan berkat kesuksesannya menangani para pemain tunggal India Pekan lalu, pelatih asal Indonesia itu berhasil membawa PV Sindhu menjuarai Japan Open 2026 Super 750 Terbaru, ia mendampingi Ayush Shetty saat mengalahkan Alwi Farhan di babak 32 besar China Open 2026 Super 1000 TRIBUNNEWS.COM – Pelatih bulu tangkis Indonesia, Irwansyah, kembali menjadi sorotan setelah sukses menunjukkan kualitas…