Beijing – Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menanggapi tren tagar #KaburAjaDulu yang ramai di media sosial.
Menurutnya, tagar ini merupakan ekspresi keresahan anak muda yang perlu disikapi dengan toleransi dan penjelasan yang memadai.
“Menurut saya #KaburAjaDulu adalah ekspresi orang muda. Biasa saja dan yang tua coba lebih toleran. Jangan membercandai. Didengar saja. Jangan dibikin ruwet. Itu kan ekspresi khas orang muda yang resah,” ujar Hassan kepada ANTARA di Beijing, Rabu (19/2).
Ia menekankan pentingnya menyikapi keresahan tersebut dengan bijak.
“Yang tua jangan memperburuk, dan mempersulit dengan membuat komentar yang membuat orang muda lebih marah,” imbuhnya.
Tren #KaburAjaDulu muncul setelah banyak warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri menyarankan netizen untuk mengikuti jejak mereka.
Mereka menyebutkan berbagai keuntungan bekerja di luar negeri, seperti upah yang tinggi dan kualitas hidup yang lebih baik.
“Keresahan itu wajar saja, bisa dimengerti karena misalnya ada kekhawatiran atas efisiensi anggaran negara. Mestinya saat disebut akan ada penghematan maka sudah diantisipasi bahwa akan ada keresahan. Ini soal komunikasi publik,” jelas Hassan yang juga menjabat Rektor Universitas Prasetiya Mulya.







