News

Jembatan Karya Kodim Ambruk Saat Dilintasi Bupati Pangandaran, TNI AD Menjelaskan

4
×

Jembatan Karya Kodim Ambruk Saat Dilintasi Bupati Pangandaran, TNI AD Menjelaskan

Sebarkan artikel ini
Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran yang mengalami kerusakan akibat kelebihan beban saat peresmian
Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran mengalami kerusakan akibat kelebihan beban saat peresmian oleh Bupati Citra Pitriyami.

Pangandaran – TNI Angkatan Darat menyatakan bahwa Jembatan Gantung Pongpet di Kampung Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, tidak mengalami keruntuhan total saat diresmikan oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami pada Senin (31/8/2026).

Dilansir dari Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad), insiden tersebut dipicu oleh beban berlebih ketika 50 orang melintas secara bersamaan di atas jembatan yang melampaui kapasitas maksimal yang telah ditentukan.

Kondisi ini mengakibatkan tali sling pada sisi kiri jembatan terlepas dari sistem pengikat utama sehingga menyebabkan struktur jembatan menjadi miring.

“Sebagaimana diberitakan sejumlah media, kondisi tersebut disebut sebagai ‘ambruknya’ jembatan, untuk meluruskan informasi tersebut, kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan,” kata pihak Dispenad.

Pihak TNI AD menegaskan bahwa struktur utama jembatan sebenarnya tetap berada pada posisinya dan hanya mengalami kendala pada sistem pengikat tali sling.

Sebelum peristiwa terjadi, Kodim 0625/Pangandaran telah melakukan sosialisasi serta memasang papan pemberitahuan mengenai kapasitas dan ketentuan penggunaan jembatan kepada masyarakat setempat.

Namun, antusiasme warga yang tinggi pasca prosesi pengguntingan pita oleh Bupati menyebabkan ketentuan penggunaan tersebut tidak diindahkan oleh masyarakat yang melintas.

Peristiwa terjadi saat jajaran Forkopimda bersama warga bergerak menuju lokasi acara setelah peresmian dilakukan secara resmi.

Pasca insiden tersebut, Kodim 0625/Pangandaran bersama Dinas PUPR Kabupaten Pangandaran segera melakukan langkah penanganan darurat di lapangan.

Saat ini, jembatan tersebut belum dibuka untuk akses masyarakat umum guna menjalani perbaikan serta evaluasi teknis yang komprehensif.

Proses evaluasi mencakup pemeriksaan kekuatan struktur, penguatan sistem pengikat tali sling, serta penentuan ulang kapasitas maksimal jembatan.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan seluruh komponen konstruksi berada dalam kondisi aman sebelum jembatan dapat dioperasikan kembali.

Jembatan Gantung Pongpet dibangun oleh Kodim 0625/Pangandaran sebagai upaya untuk meningkatkan aksesibilitas serta konektivitas warga di Desa Margacinta dan sekitarnya.

Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu mendukung mobilitas serta aktivitas sosial dan ekonomi warga setelah seluruh proses perbaikan dinyatakan selesai.

TNI AD memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan terukur dengan mengutamakan aspek keselamatan masyarakat di atas segala pertimbangan lainnya.

Pelurusan informasi ini disampaikan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai penyebab kejadian sehingga tidak terjadi misinterpretasi terhadap fakta di lapangan.

Langkah tersebut mencerminkan komitmen TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat serta memastikan setiap pembangunan memberikan manfaat jangka panjang dengan tetap memperhatikan standar keamanan.