Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mengalami penurunan pada perdagangan Senin (31/8/2026) akibat adanya aktivitas penyesuaian portofolio oleh lembaga pengelola indeks global MSCI.
Dilansir dari riset pasar yang diterbitkan oleh Mirae Asset Sekuritas dan BRI Danareksa, koreksi tersebut dipicu oleh sentimen global serta dinamika rebalancing indeks yang memengaruhi arus modal masuk ke pasar domestik.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa IHSG berpotensi membentuk koreksi wajar setelah terbentuknya pola bearish doji star candle pada grafik teknikal.
“Berdasarkan indikator, MA20&60 telah menunjukkan positive crossover, Stochastics KD menunjukkan sinyal positif dan RSI berpotensi membentuk pola golden cross,” kata Nafan Aji Gusta.
Level support IHSG saat ini berada di posisi 6.453 dan 6.353, sementara level resistance berada di kisaran 6.552 hingga 6.695.
Analisis teknikal mendefinisikan support sebagai area harga yang menjadi titik terendah dengan potensi peningkatan pembelian, sedangkan resistance merupakan titik harga tertinggi yang sering memicu aksi jual.
Nafan Aji Gusta menambahkan bahwa pergerakan indeks sangat dipengaruhi oleh pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, pada Simposium Ekonomi Jackson Hole yang memberikan sinyal kebijakan moneter cenderung hawkish.
Sentimen negatif dari The Fed diperkirakan dapat meningkatkan imbal hasil US Treasury dan memperkuat nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.
“Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap rupiah sekaligus meningkatkan risk premium emerging markets, termasuk Indonesia,” ujar Nafan Aji Gusta.
Untuk perdagangan hari ini, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
Secara terpisah, tim riset BRI Danareksa memproyeksikan pergerakan IHSG akan berlangsung volatil dengan kecenderungan terbatas sepanjang sesi perdagangan.
Tekanan teknikal diprediksi memuncak menjelang penutupan sesi akibat keluarnya beberapa emiten dari indeks Small Cap.
Meskipun demikian, tim riset BRI Danareksa memperkirakan tekanan pasar akan mereda setelah proses rebalancing tersebut efektif dilakukan.
Sebagai strategi investasi, BRI Danareksa menyarankan pelaku pasar untuk mencermati saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBNI), PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), serta PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).







