Ecozone

IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham INCO, TLKM, BBTN, PTRO

2
×

IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham INCO, TLKM, BBTN, PTRO

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di layar monitor bursa efek
IHSG diprediksi menghadapi tekanan koreksi teknikal pada perdagangan awal pekan, Senin (24/8/2026).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menghadapi tekanan koreksi teknikal pada perdagangan awal pekan, Senin (24/8/2026), meskipun sejumlah emiten tetap direkomendasikan untuk dicermati oleh para pelaku pasar.

Dilansir dari riset MNC Sekuritas, pergerakan indeks saat ini diidentifikasi berada dalam fase wave v dari wave (c) setelah sempat mencatatkan penguatan sebesar 1,93% dalam sepekan terakhir.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa investor perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek IHSG yang berada pada rentang 6.429 hingga 6.475.

“Untuk target berikutnya berada di 6.628–6.666 sekaligus menguji area gap,” kata Herditya.

MNC Sekuritas menetapkan area support untuk indeks berada pada kisaran 6.373 hingga 6.272, sementara level resistance diproyeksikan berada pada rentang 6.599 hingga 6.705.

Support merupakan indikator level harga terendah di mana daya beli investor cenderung meningkat untuk mendorong kenaikan harga kembali.

Sebaliknya, resistance adalah level harga tertinggi yang sering memicu aksi jual masif sehingga laju kenaikan harga aset sering kali tertahan.

Dalam daftar rekomendasi, MNC Sekuritas menyarankan strategi beli pada kelemahan untuk saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) di rentang Rp 4.720 hingga Rp 5.100 dengan target harga Rp 5.700 hingga Rp 6.000 serta stoploss di bawah Rp 4.620.

Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga mendapatkan rekomendasi trading buy pada area Rp 2.580 hingga Rp 2.610 dengan target harga Rp 2.740 hingga Rp 2.840 serta batasan risiko stoploss di bawah Rp 2.570.

Secara terpisah, Phintraco Sekuritas turut memberikan pandangan optimis dengan merekomendasikan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

Phintraco Sekuritas menyoroti IHSG yang secara teknikal berhasil ditutup di atas MA100 dan berpotensi menguji level resistance di angka 6.630 serta menutup gap pada level 6.705.

Pergerakan indeks domestik ini dinilai masih sejalan dengan penguatan nilai tukar rupiah serta optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, investor diingatkan untuk tetap waspada terhadap sentimen negatif jangka pendek yang muncul akibat proses rebalancing FTSE Global Equity Index.

Sentimen eksternal turut membayangi pasar domestik setelah Wall Street ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan lalu, kendati sempat terkoreksi secara mingguan.

Kenaikan di bursa Amerika Serikat tersebut ditopang oleh kinerja positif dari sektor keuangan, kesehatan, dan bahan baku.

Di sisi lain, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun tercatat naik 3 basis poin menjadi 4,736% dan tenor 30 tahun mencapai 5,273%.

Harga emas spot menunjukkan tren penguatan sebesar 2,3% menjadi US$ 4.619 per troy ounce, sementara harga minyak Brent cenderung stabil di level US$ 94 per barel.

Pelaku pasar global kini menanti hasil Simposium Jackson Hole untuk memantau arah kebijakan moneter The Fed serta respons pasar terhadap kenaikan imbal hasil obligasi.

Selain itu, fokus investor tertuju pada rilis data indeks PCE, pesanan tahan lama, dan revisi tahunan nonfarm payrolls.

“Selain itu, investor akan mencermati laporan keuangan Nvidia yang menjadi tolok ukur kinerja perusahaan sektor AI di tengah belanja infrastruktur yang dianggap berlebihan,” tulis Phintraco dalam laporannya.

Papan nama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk di ajang IIGCE 2026
Ecozone

PGE tengah mempercepat pengembangan bisnis panas bumi dengan mengoptimalkan aset eksisting di Ulubelu dan Lahendong, di samping membuka peluang pengembangan baru di area Cubadak Panti, Sumatra Barat.