Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara pada Senin (14/9/2026) untuk memperkuat stabilitas ekonomi nasional.
Dilansir dari MSN News, prosesi pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 97P tahun 2026 yang dibacakan secara resmi di hadapan jajaran kabinet.
Upacara pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bagian dari tata cara kenegaraan.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Prabowo Subianto.
“Bahwa saya akan setia kepada Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” kata Suahasil Nazara saat pengucapan sumpah.
Suahasil Nazara sebelumnya memiliki rekam jejak panjang di kementerian tersebut dengan menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak tahun 2019.
Sebelum menduduki posisi wakil menteri, ia juga pernah memegang jabatan sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) di Kementerian Keuangan mulai tahun 2015.
Tugas utama yang diberikan oleh Prabowo Subianto kepada menteri baru ini adalah menjaga kredibilitas keuangan negara di mata investor domestik maupun internasional.
Selain itu, Suahasil Nazara diinstruksikan untuk memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga di bawah batas aman yaitu 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” kata Suahasil Nazara.
Ia menekankan bahwa kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara merupakan fondasi penting bagi kepastian bagi masyarakat dan pelaku ekonomi.
Pengelolaan APBN ke depan akan difokuskan untuk mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus menjaga stabilitas makro ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan sinyal positif bagi pasar keuangan terhadap kebijakan fiskal yang akan dijalankan oleh pemerintahan Prabowo Subianto.
Seluruh jajaran kementerian teknis di bawah naungan Kementerian Keuangan kini diminta untuk segera melakukan koordinasi internal guna menyesuaikan program kerja dengan target baru tersebut.
Penggantian posisi ini dipandang sebagai upaya strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi yang dinamis pada sisa masa jabatan periode ini.
Posisi Menteri Keuangan merupakan salah satu pos krusial yang menentukan keberhasilan target pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.







