Padang– Gunung Marapi kembali mengalami erupsi pada hari Jumat, 25 April 2025, pukul 16.41 WIB. Letusan ini menyemburkan kolom abu setinggi ±350 meter di atas puncak atau sekitar ±3241 meter di atas permukaan laut.
Menurut laporan dari pos pengamatan Teguh , kolom abu terpantau berwarna kelabu dengan intensitas sedang, mengarah ke utara. Aktivitas erupsi ini juga tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 1,2 mm dan durasi 155 detik.
Sebagai respons atas kejadian tersebut, pihak berwenang mengeluarkan sejumlah rekomendasi demi keselamatan masyarakat:
Masyarakat, pendaki, pengunjung, dan wisatawan dilarang memasuki serta melakukan kegiatan dalam radius 3 km dari pusat aktivitas erupsi, yakni di Kawah Verbeek.
Warga yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta untuk tetap waspada terhadap potensi banjir lahar, terlebih saat musim hujan.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker guna mencegah gangguan pada saluran pernapasan seperti ISPA.
Masyarakat diminta tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya, serta mengikuti arahan resmi dari Pemerintah Daerah.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Marapi masih dalam pemantauan intensif oleh otoritas terkait. Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi terkini melalui saluran resmi. (r)







