BeritaPeristiwa

Gempa Guncang Flores Timur-Lembata: Warga Luka, Puluhan Rumah Rusak

83
×

Gempa Guncang Flores Timur-Lembata: Warga Luka, Puluhan Rumah Rusak

Sebarkan artikel ini
gempa-guncang-flores-timur-lembata:-warga-luka,-puluhan-rumah-rusak
gempa guncang flores timur lembata: warga luka, puluhan rumah rusak

Kupang – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang Kabupaten Flores Timur dan Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (8/4) malam. Guncangan tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga rusak dan sejumlah orang mengalami luka-luka.

Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, mengonfirmasi bahwa dampak kerusakan dan korban luka terjadi di dua desa di Pulau Adonara, yakni Desa Terong dan Desa Lamahala.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur mencatat setidaknya 70 rumah mengalami kerusakan. Angka tersebut merupakan data sementara dan diperkirakan masih dapat bertambah seiring proses pendataan yang terus dilakukan tim di lapangan.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa gempa tersebut dirasakan di Lembata dengan skala intensitas III MMI. Hingga Kamis (9/4) pukul 05.40 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 48 kali gempa susulan dengan magnitudo tertinggi mencapai 3,8.

Arief memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami karena tidak memicu deformasi dasar laut yang signifikan. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang kekuatannya cenderung menurun.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan wilayah Flores Timur memang rawan aktivitas seismik. Episenter gempa berada sekitar 21-22 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman dangkal, yakni 5-10 kilometer.

Fenomena ini dipicu oleh aktivitas tektonik di zona pertemuan lempeng kawasan Nusa Tenggara. Wilayah Flores Timur berada pada zona seismik tinggi yang dipengaruhi oleh subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia serta keberadaan sesar-sesar lokal aktif.

Kupang – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang Kabupaten Flores Timur dan Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (8/4) malam. Guncangan tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga rusak dan sejumlah orang mengalami luka-luka.

Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, mengonfirmasi bahwa dampak kerusakan dan korban luka terjadi di dua desa di Pulau Adonara, yakni Desa Terong dan Desa Lamahala.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur mencatat setidaknya 70 rumah mengalami kerusakan. Angka tersebut merupakan data sementara dan diperkirakan masih bisa bertambah seiring proses