Berita

BYD Pacu Produksi Mobil Listrik di Zhengzhou, Jurnalis Indonesia Kagum

230
×

BYD Pacu Produksi Mobil Listrik di Zhengzhou, Jurnalis Indonesia Kagum

Sebarkan artikel ini
menengok-proses-produksi-pembuatan-mobil-di-byd-zhengzhou-mega-factory
menengok proses produksi pembuatan mobil di byd zhengzhou mega factory

Zhengzhou – Delegasi jurnalis dan konten kreator otomotif Indonesia mengunjungi BYD Zhengzhou Mega Factory, China, Kamis (16/1/2025). Kunjungan ini menyoroti skala dan teknologi yang menjadikan BYD sebagai pemain utama kendaraan energi baru.

Sekitar 40 anggota delegasi disambut oleh manajemen pabrik. Mereka mendapatkan penjelasan detail tentang proses produksi dan keunggulan fasilitas.

Pabrik ini beroperasi penuh sejak 2022. Luasnya mencapai 10,67 juta meter persegi dan terletak di Kawasan Ekonomi Bandara Zhengzhou.

Fasilitas ini dilengkapi sirkuit uji all-terrain seluas 198.700 meter persegi. Jurnalis dan konten kreator berkesempatan melihat langsung pembuatan mobil energi baru (NEV) BYD.

Proses pembuatan mobil di pabrik ini membutuhkan waktu tiga hari dari bahan mentah.

Selama kunjungan, media tidak diperkenankan mengambil foto atau merekam video. Penjelasan teknis diberikan oleh insinyur pabrik melalui penerjemah.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, memimpin rombongan.

Kunjungan dimulai di area stamping, tahap awal produksi bodi kendaraan. Lima lini mesin pres berkapasitas 7.900 ton bekerja dengan kecepatan tinggi.

Mesin-mesin ini mampu membentuk panel bodi dari baja dan aluminium hingga 15 kali per menit.

“Seluruh proses berlangsung dalam sistem tertutup untuk mengurangi kebisingan, debu, dan meningkatkan keselamatan kerja,” kata penanggung jawab pabrik.

Panel bodi kemudian bergerak otomatis ke area welding. Sekitar 1.800 robot industri menyambung komponen menjadi bodi utuh.

Tingkat otomatisasi di area ini melebihi 98 persen. Proses penyambungan satu unit kendaraan memakan waktu 35-45 detik. Inspeksi kualitas dilakukan secara real-time oleh empat robot khusus.

Delegasi tidak dapat memasuki area painting karena alasan teknis. Namun, proses pengecatan ini hampir seluruhnya dikerjakan oleh robot.

Bodi kendaraan menjalani serangkaian lapisan. Mulai dari electrodeposition coating untuk anti-korosi, aplikasi sealant, hingga pengecatan warna akhir. Sistem pengolahan gas buang canggih dipasang untuk meminimalkan dampak lingkungan.

Setelah dicat, bodi masuk ke lini final assembly. Di sini, ribuan komponen dirakit menjadi kendaraan utuh.

Sistem Automated Guided Vehicle (AGV) mengantarkan modul seperti dashboard, jok, dan powertrain ke titik perakitan. Sistem Just In Sequence memastikan suku cadang datang sesuai urutan produksi.

Momen menarik adalah pemasangan battery pack. AGV khusus mengangkat dan memasang baterai Blade Battery ke sasis kendaraan.

Setelah dirakit, setiap unit diperiksa fungsi dasarnya. Kendaraan kemudian diuji di BYD All-Terrain Circuit.

Eagle Zhao menjelaskan bahwa pabrik ini adalah contoh integrasi vertikal BYD. “Dari baterai, komponen, perakitan, hingga pengujian, semua terkonsolidasi di satu tempat,” ujarnya.

Pabrik Zhengzhou adalah salah satu dari delapan pabrik BYD. Pada tahun 2025, BYD mencatat penjualan global sebanyak 4,6 juta unit. Ekspor kendaraan listriknya melampaui satu juta unit.

General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengatakan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh inovasi. Ia juga menyebutkan kontribusi pasar Indonesia.

Di Indonesia, BYD telah menjual lebih dari 54.000 unit dalam setahun. BYD mengoperasikan lebih dari 80 titik penjualan dan berencana untuk memperluas jaringan pada tahun 2026.