Ecozone

Saham TOBA Melonjak 30% Usai Perusahaan Ubah Arah Bisnis

1
×

Saham TOBA Melonjak 30% Usai Perusahaan Ubah Arah Bisnis

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan harga saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) di layar monitor bursa efek
Saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melonjak setelah perusahaan melakukan transformasi bisnis ke sektor ramah lingkungan.

Jakarta – Saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatatkan lonjakan harga sebesar 12,15% ke level Rp 600 pada perdagangan Kamis (27/8/2026) di tengah keberhasilan perseroan melakukan transformasi bisnis dari sektor batu bara menuju lini usaha yang lebih ramah lingkungan.

Dilansir dari laporan Energy Shift Institute (ESI) bertajuk Indonesia’s Coal Sector: Outlook, Risks, and Mitigation Strategies, kontribusi bisnis non-batu bara TBS telah melampaui angka 60% pada kuartal pertama tahun ini.

Pencapaian tersebut didorong oleh ekspansi perusahaan ke sektor pengelolaan limbah, ekosistem kendaraan listrik, dan pengembangan energi terbarukan.

Secara akumulatif, saham emiten berkode TOBA ini telah mencatatkan kenaikan sekitar 30,43% dalam tiga bulan terakhir meskipun secara year to date sempat mengalami koreksi sebesar 18,92%.

Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis, menyatakan bahwa perubahan komposisi pendapatan ini menjadi indikator penting dalam proses diversifikasi jangka panjang perusahaan.

“Artinya, perusahaan sudah bergerak dari tahap membangun narasi dan aset baru menuju fase di mana bisnis non-coal mulai memberikan kontribusi yang semakin nyata terhadap pendapatan,” kata Abdul Azis.

Meskipun bauran pendapatan telah bergeser, pemetaan ESI menunjukkan bahwa TBS saat ini masih berada dalam kategori high diversification–low operating margin dengan margin laba operasional yang masih berada di zona negatif.

Abdul Azis menjelaskan bahwa tantangan utama bagi perusahaan ke depan adalah melakukan monetisasi atas aset-aset baru tersebut untuk memperbaiki profitabilitas.

“Investor akan melihat apakah energi terbarukan, kendaraan listrik, dan pengelolaan limbah mampu meningkatkan skala, memperbaiki margin, dan pada akhirnya memberikan kontribusi laba yang lebih besar,” kata Abdul Azis.

Dalam kerangka kerja ESI, transformasi TOBA saat ini telah mencapai tahapan kelima dari total tujuh tahapan diversifikasi yang direncanakan.

Dua tahapan krusial yang tersisa bagi perusahaan adalah mencapai dampak positif terhadap margin laba serta pengurangan risiko bisnis secara signifikan.

Kualitas laba di masa depan akan sangat bergantung pada kemampuan manajemen dalam mengintegrasikan operasional bisnis baru agar mampu menghasilkan margin yang lebih sehat dibandingkan bisnis tradisional.

“Pada titik itu, diversifikasi tidak hanya terlihat dari perubahan revenue mix, tetapi juga dari kualitas laba dan kemampuan perusahaan mengurangi risiko bisnis batu bara,” kata Abdul Azis.

Data perdagangan mencatat volume transaksi saham TOBA mencapai 30,97 juta lembar dengan total nilai transaksi sebesar Rp 17,89 miliar.

Kapitalisasi pasar perusahaan saat ini tercatat berada di posisi Rp 4,99 triliun seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor terhadap arah strategis perusahaan.

Kinerja saham TOBA dalam sepekan terakhir juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 17,65% di tengah sentimen transisi energi nasional.

Ke depan, pelaku pasar akan terus memantau efektivitas portofolio baru dalam menopang kinerja keuangan perusahaan secara berkelanjutan.