Jakarta – Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok menghadiri Rapat Paripurna Ke-3 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026), untuk mengawal penyampaian aspirasi terkait isu nasional.
Dilansir dari Fenesia, kehadiran aktivis tersebut dilakukan bertepatan dengan agenda parlemen yang membahas sejumlah regulasi krusial di tengah berlangsungnya aksi unjuk rasa di depan kompleks parlemen.
Sebelum memasuki ruang rapat, Supriyono menyatakan harapannya agar tuntutan masyarakat yang disuarakan dalam aksi demonstrasi dapat diakomodasi oleh para legislator.
“Semoga aspirasi rakyat Indonesia ini direalisasikan, ya,” kata Supriyono.
Agenda utama rapat paripurna mencakup penyampaian laporan Komisi III DPR RI terkait perkembangan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset.
Selain itu, rapat tersebut mengagendakan pembicaraan Tingkat II atau pengambilan keputusan terhadap RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025.
Parlemen juga dijadwalkan menerima tanggapan pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi mengenai RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta nota keuangannya.
Pembahasan lainnya meliputi laporan Badan Legislasi DPR RI terkait perubahan Prolegnas RUU 2025-2029 serta perubahan prioritas Prolegnas RUU 2026.
Agenda berlanjut pada laporan Komisi XI DPR RI mengenai hasil uji kelayakan calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner OJK.
DPR RI juga mengagendakan penyampaian pendapat fraksi-fraksi terhadap RUU Perubahan Keempat Atas UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang diusulkan oleh Komisi IV DPR RI.
Terdapat pula agenda penutup berupa laporan Tim Pengawas Penyelenggaraan Ibadah Haji DPR RI Tahun 2026 untuk kemudian diambil keputusan bersama.
Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa pihaknya senantiasa terbuka menerima aspirasi dari berbagai elemen masyarakat yang datang ke gedung parlemen.
“Jadi partisipasi dari masyarakat jika ingin menyatakan masukannya, kemudian menyatakan aspirasinya, tentu saja akan kami terima di gedung DPR,” kata Puan Maharani.
Ia turut mengimbau agar seluruh peserta aksi demonstrasi menjaga ketertiban selama menyampaikan pendapat di lingkungan kompleks parlemen.
Puan Maharani menjelaskan bahwa pimpinan DPR beserta alat kelengkapan dewan telah secara bergantian melakukan pertemuan dengan perwakilan masyarakat yang beraudiensi.
“Pimpinan DPR bisa saja menemui peserta aksi demo, hari ini pun pimpinan DPR juga bertemu dengan perwakilan-perwakilan dari masyarakat yang ingin bertemu,” kata Puan Maharani.
Sebelumnya, Komisi III DPR RI telah menerima audiensi dari kelompok akademisi yang secara khusus membahas draf RUU tentang Perampasan Aset.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad juga tercatat telah menerima perwakilan Forum Advokasi Guru Non-ASN Sekolah Negeri (Fagri).
Selain itu, audiensi juga diberikan kepada perwakilan karyawan PT Pos Indonesia terkait tuntutan kepastian pembayaran gaji yang sempat mengalami keterlambatan.
“Secara bergantian kami menemui masyarakat yang ingin bertemu,” kata Puan Maharani.







