Ecozone

Hunian Dekat Akses Transportasi Jadi Incaran Utama Pekerja Urban

2
×

Hunian Dekat Akses Transportasi Jadi Incaran Utama Pekerja Urban

Sebarkan artikel ini
Pemandangan gedung hunian modern yang terintegrasi dengan akses transportasi umum di kawasan perkotaan.
Hunian yang terintegrasi dengan akses transportasi publik di Jabodetabek kini menjadi incaran utama para pekerja urban.

Jakarta – Perusahaan penyedia hunian sewa berbasis teknologi, Rukita, mencatat lonjakan permintaan hunian di kawasan Transit Oriented Development (TOD) di wilayah Jabodetabek pada Kamis (27/8/2026) karena perubahan pola mobilitas pekerja urban yang memprioritaskan efisiensi waktu perjalanan.

Dilansir dari Rukita, integrasi hunian dengan sistem transportasi publik seperti MRT, LRT, dan KRL menjadi faktor utama yang mampu mendongkrak tingkat okupansi unit hingga mencapai 100 persen.

Kondisi ini dipicu oleh kesediaan penyewa untuk mengalihkan anggaran transportasi harian, seperti biaya bahan bakar, tol, dan layanan ride-hailing, menjadi biaya sewa hunian yang lebih tinggi.

Penyewa saat ini cenderung mengabaikan kondisi fisik bangunan semata dan lebih memprioritaskan nilai aksesibilitas yang dapat memangkas waktu perjalanan harian hingga 30 menit.

Data internal Rukita menunjukkan unit coliving yang berada dalam jarak tempuh berjalan kaki dari stasiun mampu mempertahankan tingkat okupansi stabil di kisaran 90 persen hingga 95 persen.

Kenaikan permintaan hunian ini berjalan beriringan dengan apresiasi harga tanah di sepanjang koridor MRT yang dilaporkan telah melonjak hingga 100 persen sejak moda transportasi tersebut beroperasi.

Kawasan Setiabudi yang terhubung dengan Stasiun MRT Setiabudi Astra menjadi salah satu lokasi dengan permintaan tertinggi dari para pekerja di pusat bisnis Sudirman.

Fenomena serupa juga terjadi di kawasan Cipete, tepatnya di sekitar Stasiun MRT Cipete Raya, yang menjadi primadona bagi pekerja urban yang mencari hunian strategis.

Pada segmen premium, properti Rukita Deluxe Nismara Abdul Majid yang berlokasi sekitar 10 menit dari Stasiun MRT Haji Nawi berhasil mencapai okupansi penuh dalam kurun waktu satu bulan pasca peluncuran.

Pencapaian okupansi maksimal tersebut menjadi bukti bahwa pasar merespons positif hunian yang menawarkan efisiensi mobilitas, meskipun ditawarkan dengan harga sewa premium.

Untuk mengoptimalkan potensi aset properti di area TOD, pemilik dapat menerapkan strategi accessibility yield dengan membidik unit di area penyangga yang memiliki aksesibilitas langsung ke stasiun.

Strategi kedua yang disarankan adalah penerapan dynamic pricing serta penyediaan fasilitas pendukung krusial seperti koneksi WiFi, ruang kerja, dan sistem keamanan yang mumpuni.

Pemilik properti juga disarankan untuk menyerahkan pengelolaan aset kepada pihak profesional guna menangani pemasaran, penyaringan penyewa, hingga pemeliharaan bangunan secara rutin.

Melalui ekosistem pengelolaan yang terintegrasi, Rukita menyediakan layanan komprehensif mulai dari transformasi desain bangunan hingga manajemen operasional harian bagi para mitra pemilik properti.