Bandung – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran pada Senin (24/8/2026) pagi yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di bawah laut.
Dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di titik koordinat laut berjarak 81 kilometer barat daya dengan kedalaman 36 kilometer.
Kepala Balai Besar MKG Wilayah II, Hartanto, menyatakan bahwa analisis seismik menunjukkan pembaruan parameter gempa bumi tersebut.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 4,1,” kata Hartanto.
Getaran gempa dirasakan cukup nyata di wilayah Cigedung Singaparna dan Pangandaran hingga menyerupai efek truk yang berlalu.
Laporan serupa diterima dari wilayah Cimaung dan Cianjur Selatan di mana getaran dirasakan oleh sebagian warga hingga menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hasil monitoring instansi terkait hingga pukul 07:07 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan yang terjadi di sekitar lokasi pusat gempa.
Pihak otoritas meteorologi memastikan bahwa hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan atau dampak infrastruktur akibat peristiwa tersebut.
Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Hartanto menegaskan pentingnya bagi warga untuk selalu merujuk pada kanal komunikasi resmi milik BMKG dalam memantau perkembangan situasi.
Upaya mitigasi dan pemantauan terus dilakukan oleh tim teknis guna memastikan keamanan wilayah terdampak di pesisir selatan Jawa Barat.
Data seismologi menunjukkan bahwa karakteristik gempa bumi ini termasuk dalam kategori gempa dangkal yang terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik lokal.
Koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi kebencanaan tetap dijalankan untuk mengantisipasi potensi risiko di masa mendatang.
Setiap perubahan parameter atau informasi tambahan terkait aktivitas seismik di wilayah tersebut akan segera disebarluaskan melalui saluran resmi BMKG kepada masyarakat luas.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi penduduk di sepanjang jalur sesar aktif untuk selalu waspada terhadap potensi ancaman gempa bumi di wilayah mereka masing-masing.
Proses pemutakhiran data secara berkala dilakukan oleh BMKG untuk menjaga akurasi informasi yang diterima oleh publik dan pihak-pihak terkait dalam penanganan kebencanaan.







