Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menetapkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) sebagai pemenang lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada Rabu (22/7/2026) untuk mempercepat transformasi digital nasional.
Dilansir dari analisis Samuel Sekuritas, Telkomsel selaku anak perusahaan TLKM menjadi pemenang terbesar dengan total alokasi spektrum 100 MHz yang terdiri atas 2×10 MHz di pita 700 MHz senilai Rp 642,5 miliar dan 80 MHz di pita 2,6 GHz senilai Rp 545,8 miliar.
Perusahaan telekomunikasi ISAT berhasil mengamankan total 80 MHz spektrum yang mencakup 2×10 MHz di pita 700 MHz senilai Rp 507,5 miliar dan 60 MHz di pita 2,6 GHz senilai Rp 372 miliar.
Pihak XLSMART mendapatkan alokasi 2×15 MHz di pita 700 MHz senilai Rp 1,06 triliun dan 50 MHz di pita 2,6 GHz senilai Rp 231,6 miliar.
Samuel Sekuritas menilai tambahan spektrum 700 MHz yang lebih luas akan memperkuat kualitas jangkauan XLSMART, termasuk rencana perluasan layanan 4G ke 538 desa serta peluncuran layanan 5G bagi 51% populasi Indonesia.
Analis Samuel Sekuritas, Jason Sebastian, menyatakan bahwa hasil lelang ini secara umum bersifat netral dalam jangka pendek namun memberikan dampak positif bagi sektor telekomunikasi dalam jangka panjang.
Jason menyebutkan bahwa biaya di muka lelang kali ini hanya setara satu kali biaya tahunan, yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan lelang spektrum 4G sebelumnya yang mencapai dua kali biaya tahunan.
Dalam jangka pendek, implementasi 5G berpotensi menekan margin perusahaan karena adanya beban biaya di muka dan beban bunga pinjaman, sementara layanan 5G belum sepenuhnya dapat dimonetisasi.
Adopsi teknologi 5G diperkirakan akan berlangsung lebih lambat dibandingkan 4G karena pasar yang sensitif terhadap harga dan belum tersedianya aplikasi pendorong penggunaan teknologi tersebut.
Samuel Sekuritas menaikkan rekomendasi sektor telekomunikasi menjadi overweight karena didukung oleh hasil lelang spektrum serta valuasi yang masih tergolong murah dibanding kawasan regional.
Perusahaan sekuritas tersebut menaikkan target harga TLKM dari Rp 2.900 menjadi Rp 3.300 per saham dengan perubahan rekomendasi dari hold menjadi beli.
ISAT menjadi pilihan utama Samuel Sekuritas dengan rekomendasi beli dan target harga Rp 2.500 per saham yang didukung oleh strategi asset-light serta potensi kontribusi pendapatan dari penjualan aset fiber.
Perusahaan broker tersebut tetap mempertahankan rekomendasi hold untuk saham EXCL dengan target harga Rp 2.700 karena masih mempertimbangkan kebutuhan perbaikan operasional perusahaan pascamerger.
Menteri Komdigi, Meutya Hafid, menyatakan bahwa penetapan pemenang lelang ini merupakan langkah krusial untuk meningkatkan kapasitas jaringan seluler agar masyarakat menikmati layanan internet yang lebih cepat dan stabil.
“Komdigi memastikan bahwa lelang frekuensi ini memberikan manfaat nyata dan merata bagi masyarakat,” kata Meutya.
Mekanisme seleksi pengelolaan spektrum ini diproyeksikan memberikan potensi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 6 triliun pada tahap awal dan mencapai Rp 29,9 triliun dalam kurun waktu 10 tahun.
Pemerintah mewajibkan para pemenang untuk menyediakan layanan 5G dengan cakupan minimal 51% populasi nasional pada tahun kelima setelah penetapan.
Target kecepatan rata-rata layanan mobile broadband nasional dipatok meningkat secara bertahap hingga mencapai 100 Mbps pada tahun 2029.
Pemerintah menargetkan konektivitas yang andal dapat menjadi fondasi bagi berbagai program prioritas nasional, termasuk digitalisasi pembelajaran dan pemberdayaan ekonomi melalui digitalisasi UMKM.







