Yogyakarta – Sebanyak 15.789 peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 21-27 April 2026. Untuk menjamin kelancaran dan integritas ujian, UGM menerapkan sistem teknologi ketat guna memitigasi risiko kecurangan serta gangguan teknis.
Direktur Direktorat Teknologi Informasi UGM, Ridi Ferdiana, mengungkapkan bahwa pihaknya menggunakan sistem operasi khusus berbasis Linux untuk seluruh perangkat ujian. Sistem tersebut dijalankan melalui media USB dalam lingkungan yang terkontrol dan tertutup.
Pencegahan Kecurangan dan Stabilitas Sistem
Langkah ini diambil untuk mencegah penggunaan perangkat lunak jarak jauh yang kerap disalahgunakan untuk praktik curang. Menurut Ridi, sistem operasi terintegrasi ini memastikan proses ujian tetap fokus tanpa intervensi luar.
“Lingkungan sistem yang tertutup ini membantu menjaga proses ujian tetap fokus dan aman dari intervensi luar,” ujar Ridi, Selasa (21/4/2026).
Guna menjaga stabilitas layanan, UGM mengoperasikan empat unit server yang telah melalui uji beban nasional. Panitia juga menerapkan mekanisme failover, di mana sistem akan secara otomatis mengalihkan beban kerja ke server lain jika terjadi kendala pada salah satu unit, sehingga peserta tetap dapat melanjutkan ujian tanpa gangguan.
Kesiapan Infrastruktur dan Pengawasan
UGM menyediakan 44 ruangan dengan total 1.452 unit komputer yang telah memenuhi standar nasional. Untuk mengantisipasi gangguan konektivitas, pihak kampus menggunakan skema dua operator internet, yakni Telkom dan Indosat. Selain itu, koordinasi intensif dilakukan dengan PLN untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil selama ujian berlangsung.
Tidak hanya dari sisi teknologi, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi fokus utama. Seluruh petugas telah dibekali strategi khusus untuk mendeteksi potensi kecurangan serta prosedur respons cepat saat menghadapi situasi darurat di lapangan.
“Kami membekali petugas agar sigap mengenali potensi kecurangan dan bisa merespons dengan tepat di lapangan,” kata Ridi menambahkan. Seluruh persiapan ini dilakukan sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko untuk menjamin pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di UGM berjalan kondusif.






