Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS, Rahmat Saleh, mendesak pemerintah melakukan pemetaan komprehensif terkait penempatan 28.000 manajer Koperasi Desa Merah Putih.
Kebijakan penempatan tersebut harus menyesuaikan kondisi geografis serta karakteristik masyarakat setempat agar kinerja manajer berjalan optimal.
Pemerintah sebelumnya telah melatih sekitar 30.000 calon manajer sebelum akhirnya memutuskan jumlah penempatan tersebut.
Rahmat menyoroti adanya sejumlah calon manajer yang memilih mengundurkan diri dari program ini.
Ia meminta Kementerian Koperasi serta Kementerian Pertahanan mengevaluasi kembali proyeksi penempatan agar lebih efektif.
Salah satu aspek krusial yang harus diperhatikan adalah kesesuaian antara domisili calon manajer dengan lokasi penugasannya.
“Yang pertama, penempatan mempertimbangkan lokasi tempat tinggal,” ujar Rahmat pada Minggu (6/10).
Ia juga mengingatkan pentingnya mempertimbangkan faktor gender dalam menentukan lokasi tugas.
“Kemudian yang kedua mempertimbangkan, termasuk di antaranya adalah masalah gender,” tambahnya.
Rahmat khawatir penempatan tenaga perempuan di daerah terpencil dengan biaya operasional tinggi akan menghambat efektivitas kerja.
Selain itu, ia menilai pemahaman terhadap adat-istiadat lokal menjadi kunci keberhasilan manajer dalam menjalankan perannya.
“Seseorang yang ditempatkan di tempat dia yang memahami adat istiadat setempat itu biasanya komunikasi akan lebih gampang,” ungkap legislator Dapil Sumbar I tersebut.
Adaptasi yang lambat akibat perbedaan kultur di lapangan dapat memicu inefisiensi dalam pengelolaan koperasi.
Pemerintah harus memastikan anggaran negara yang telah terserap untuk seleksi dan pelatihan tidak terbuang percuma.
Rahmat menegaskan bahwa penempatan yang tidak tepat berisiko menimbulkan masalah baru di masa depan.
“Jangan sampai anggaran yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah untuk melakukan seleksi pembinaan manajer Koperasi Desa Merah Putih ini malah terkendala nanti karena banyak yang mengundurkan diri atau tidak bekerja maksimal,” tegasnya.






