Berita

Telkomsel Siap Patuhi Putusan MK Soal Kuota Internet Tidak Hangus

146
×

Telkomsel Siap Patuhi Putusan MK Soal Kuota Internet Tidak Hangus

Sebarkan artikel ini
hormati-putusan-mk,-telkomsel-klaim-punya-opsi-paket-internet-rollover
hormati putusan mk, telkomsel klaim punya opsi paket internet rollover

Jakarta – Telkomsel menyatakan kesiapan untuk mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan penyedia layanan seluler menjamin kuota internet konsumen tidak hangus.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menegaskan pihaknya menghormati keputusan hukum tersebut.

Fahmi menyatakan, perusahaan berkomitmen untuk memperkuat perlindungan sekaligus memberikan kepastian layanan bagi seluruh pelanggan.

Menurutnya, optimalisasi pemanfaatan kuota internet sangat krusial bagi pelanggan di tengah pesatnya kebutuhan digital saat ini.

Ia menambahkan, hak pelanggan atas layanan telekomunikasi harus diakomodasi melalui fleksibilitas produk yang relevan dengan pola penggunaan masing-masing.

Saat ini, Telkomsel telah menyediakan berbagai opsi paket, termasuk mekanisme rollover agar sisa data tidak terbuang percuma.

Perusahaan juga terus menyederhanakan informasi produk serta menyediakan kanal digital untuk memantau sisa kuota secara real-time.

Ke depan, Telkomsel berencana mengevaluasi dan mengembangkan mekanisme layanan demi memberikan nilai tambah bagi konsumen.

Pihaknya juga membuka ruang dialog dengan regulator serta pemangku kepentingan untuk mendukung ekosistem digital nasional yang lebih baik.

Sebelumnya, MK dalam putusan perkara nomor 273/PUU-XXIII/2025 mengabulkan sebagian gugatan uji materi terhadap UU Cipta Kerja terkait perlindungan konsumen telekomunikasi.

Ketua MK, Suhartoyo, menegaskan bahwa negara wajib menjamin kuota internet yang dibeli masyarakat tidak hangus dan memberikan enam opsi teknis untuk melindungi hak pengguna.

Gugatan tersebut diajukan oleh berbagai pihak, mulai dari pengemudi ojek daring, pelaku usaha kuliner, hingga advokat yang merasa dirugikan oleh sistem kuota yang berlaku saat ini.