Berita

Samsung Galaxy S24 Dapat Deteksi Ketikan pada waktu Marah

752
×

Samsung Galaxy S24 Dapat Deteksi Ketikan pada waktu Marah

Sebarkan artikel ini
Samsung Galaxy S24 Dapat Deteksi Ketikan pada waktu Marah

JAKARTA – Kecerdasan buatan (AI) pada Samsung Galaxy S24 disinyalir dapat mendeteksi emosi pengguna pada waktu mengetik dengan emosi marah.

Melansir Tech Radar, Hari Sabtu (13/1/2024), layanan Teknologi AI akan terintegrasi ke di Samsung Keyboard lalu aplikasi mobile Samsung Notes. Fitur Teknologi AI ini disematkan pada perangkat Galaxy S24, Galaxy S24 Plus, juga Galaxy S24 Ultra yang tersebut akan dirilis pada 17 Januari mendatang.

Informasi tadi juga dibocorkan oleh akun Alvin dalam X yang mana mengklaim mempunyai bukti spesifikasi tentang kecerdasan buatan tadi. Bahkan Samsung pun dikatakan telah menciptakan istilah “AI Phone,” kemudian memasarkan fasilitas Artificial Intelligence untuk ponsel flagship generasi berikutnya.

Alvin menyebutkan Samsung Keyboard akan didukung oleh Teknologi AI juga akan menawarkan opsi seperti ringkasan halaman web, deteksi nada untuk kalimat, kemampuan untuk mengubah nada kalimat, kemudian otomatis mengonversi coretan di tempat Samsung Notes menjadi format lain, seperti email atau undangan teks.

Pembocor teknologi yang disebutkan memang sebenarnya miliki rekam jejak yang tersebut cukup baik. Alvin juga menduga fitur-fitur yang dimaksud mungkin saja berfokus pada fotografi di bentuk alat berbasis Artificial Intelligence seperti Magic Editor yang ditemukan pada ponsel Google Pixel 8.

Berdasarkan bocoran kemudian rumor seputar spesifikasi Samsung Galaxy S24 lalu spesifikasi Galaxy S24 Ultra, juga prakiraan desain Galaxy S24 Ultra , masyarakat berharap trio ponsel yang secara umum terlihat mirip dengan pendahulunya, Galaxy S23 akan memberikan pembaruan.

Tampaknya pembaruan besar, dalam luar pembangunan titanium yang tersebut disinyalir untuk Galaxy S24 Ultra juga kamera telefoto 5x yang dimaksud menggantikan lensa zoom 10x, kemungkinan besar akan terjadi di area sisi perangkat lunak.

Kecerdasan buatan generatif memang sebenarnya sedang menjadi tren industri. Tidak mengherankan apabila perusahaan seperti Samsung dan juga Google mengeksplorasi penggunaannya di smartphone mereka.

Untuk sebagian orang, ini kemungkinan besar mengakibatkan keraguan, khususnya ketika mempertimbangkan seberapa mudah gambar dapat dimanipulasi dengan AI, membuka kemungkinan manipulasi gambar untuk orang yang tak mempunyai keterampilan pengeditan foto. Namun, perlu diingat bahwa Kecerdasan Buatan sudah pernah digunakan pada ponsel selama beberapa tahun, serta sejumlah foto telah lama menerima sejumlah pemrosesan gambar.