BeritaPolitik

Said Abdullah Pimpin PDIP Jatim, Ungkap Strategi Rekrut Jutaan Anggota Baru

124
×

Said Abdullah Pimpin PDIP Jatim, Ungkap Strategi Rekrut Jutaan Anggota Baru

Sebarkan artikel ini
pimpin-kembali-pdip-jatim,-said-abdullah-ungkap-strategi-dongkrak-suara-partai
pimpin kembali pdip jatim, said abdullah ungkap strategi dongkrak suara partai

Jakarta – Said Abdullah kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDIP Jawa Timur untuk periode 2025-2030.

Dalam pidato perdananya, Said memaparkan strategi untuk meningkatkan perolehan suara partai di Jawa Timur, dengan fokus utama memperluas manfaat kehadiran PDIP di tengah masyarakat.

Said menekankan pentingnya memahami demografi dan tren masa depan Jawa Timur agar PDIP tetap menjadi partai besar.

Partai besar, menurutnya, dicirikan oleh jumlah anggota yang banyak, terdidik secara ideologis, loyal, dan militan.

“PDI Perjuangan Jawa Timur mengajak seluruh jajaran pengurus, mulai dari ranting hingga DPD, untuk lima tahun ke depan kita harus mampu merekrut anggota secara besar-besaran,” ujar Said.

Saat ini anggota PDIP Jatim berjumlah lebih dari 500 ribu. Said menargetkan penambahan 1 hingga 1,5 juta anggota baru dalam lima tahun mendatang.

Strategi yang akan diterapkan adalah memperluas manfaat kehadiran PDIP bagi masyarakat, sehingga mereka secara sukarela ingin bergabung.

Manfaat ini tidak selalu diartikan sebagai imbal balik yang bersifat pragmatis atau transaksional.

“Dengan kehadiran berbagai program kerakyatan Partai, kita yakin bisa mengambil hati banyak orang untuk masuk PDI Perjuangan,” jelas Said.

Said mendorong program kerakyatan sebagai cara efektif untuk merekrut anggota dalam jumlah besar, mengingat demografi terbesar di Jawa Timur berada pada usia produktif.

Generasi Z dan Alpha diprediksi akan memiliki porsi pemilih yang signifikan di Jawa Timur pada Pemilu 2029, mencapai 11,7 juta orang atau 27,8 persen dari total penduduk, sebagian besar di antaranya adalah pemilih pemula.

Untuk kelompok generasi digital native ini, Bidang Kerakyatan DPD dan DPC diharapkan merancang inisiatif program baru, seperti Youth Venture Fund (YVF).

“Sederhananya, kita ingin membentuk modal abadi

Jakarta – Said Abdullah kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDIP Jawa Timur untuk periode 2025-2030.

Dalam pidato perdananya, Said memaparkan strategi untuk meningkatkan perolehan suara partai di Jawa Timur, dengan fokus utama memperluas manfaat kehadiran PDIP di tengah masyarakat.

Said menekankan pentingnya memahami demografi dan tren masa depan Jawa Timur agar PDIP tetap menjadi partai besar.

Partai besar, menurutnya, dicirikan oleh jumlah anggota yang banyak, terdidik secara ideologis, loyal, dan militan.

“PDI Perjuangan Jawa Timur mengajak seluruh jajaran pengurus, mulai dari ranting hingga DPD, untuk lima tahun ke depan kita harus mampu merekrut anggota secara besar-besaran,” ujar Said.

Saat ini anggota PDIP Jatim berjumlah lebih dari 500 ribu. Said menargetkan penambahan 1 hingga 1,5 juta anggota baru dalam lima tahun mendatang.

Strategi yang akan diterapkan adalah memperluas manfaat kehadiran PDIP bagi masyarakat, sehingga mereka secara sukarela ingin bergabung.

Manfaat ini tidak selalu diartikan sebagai imbal balik yang bersifat pragmatis atau transaksional.

“Dengan kehadiran berbagai program kerakyatan Partai, kita yakin bisa mengambil hati banyak orang untuk masuk PDI Perjuangan,” jelas Said.

Said mendorong program kerakyatan sebagai cara efektif untuk merekrut anggota dalam jumlah besar, mengingat demografi terbesar di Jawa Timur berada pada usia produktif.

Generasi Z dan Alpha diprediksi akan memiliki porsi pemilih yang signifikan di Jawa Timur pada Pemilu 2029, mencapai 11,7 juta orang atau 27,8 persen dari total penduduk, sebagian besar di antaranya adalah pemilih pemula.

Untuk kelompok generasi digital native ini, Bidang Kerakyatan DPD dan DPC diharapkan merancang inisiatif program baru, seperti Youth Venture Fund (YVF).

“Sederhananya, kita ingin membentuk modal abadi untuk bantuan usaha anak-anak Gen Z dan Alpha di Jawa Timur. Program ini