Berita

Rais Aam PBNU Umumkan Gus Yahya Bukan Lagi Ketum

106
×

Rais Aam PBNU Umumkan Gus Yahya Bukan Lagi Ketum

Sebarkan artikel ini
pernyataan-lengkap-rais-aam-soal-gus-yahya-bukan-lagi-ketum-pbnu
pernyataan lengkap rais aam soal gus yahya bukan lagi ketum pbnu

Surabaya – Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) tak lagi menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.

Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan dengan jajaran Syuriah PBNU dan 36 PWNU di Surabaya, Sabtu (29/11).

KH Miftachul Akhyar menegaskan, keputusan ini berlaku sejak 26 November 2025, pukul 00.45 WIB.

“KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU,” ujarnya.

Dengan demikian, Gus Yahya tidak berhak lagi menggunakan atribut maupun kewenangan sebagai ketua umum.

Saat ini, kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam.

Miftach menjelaskan, keputusan ini didasari oleh risalah rapat harian Syuriyah PBNU yang sesuai dengan fakta dan kondisi sebenarnya.

Ia juga menampik adanya motif lain di balik keputusan tersebut.

Guna memastikan organisasi tetap berjalan normal, PBNU akan segera menggelar rapat pleno atau muktamar dalam waktu dekat.

Menanggapi dinamika yang berkembang di masyarakat, PBNU membentuk tim pencari fakta.

Tim ini bertugas melakukan investigasi mendalam terhadap berbagai informasi dan opini yang beredar.

Wakil Rais Aam PBNU, KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir, akan bertindak sebagai pengarah tim tersebut.

Sebagai langkah awal, implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PBNU ditangguhkan hingga proses investigasi selesai.

Sementara itu, implementasi di tingkat PWNU dan PCNU tetap berjalan seperti biasa.

PBNU mengimbau semua pihak untuk mengedepankan kepentingan bersama, menjunjung tinggi moralitas, dan kejujuran dalam bersikap dan bertindak.

Imbauan ini sesuai dengan nilai-nilai Khittah Nahdlatul Ulama.