Berita

Prabowo Ultimatum Menteri: Pacu Kinerja, Tinggalkan yang Lambat!

151
×

Prabowo Ultimatum Menteri: Pacu Kinerja, Tinggalkan yang Lambat!

Sebarkan artikel ini
prabowo-ke-menteri:-yang-tak-bisa-cepat-kita-tinggal-di-pinggir-jalan
prabowo ke menteri: yang tak bisa cepat kita tinggal di pinggir jalan

Karawang – Presiden Prabowo Subianto Tekankan Kinerja Cepat Kabinet Demi Kemajuan Bangsa

Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (29/6) memberikan arahan kepada seluruh menteri kabinetnya untuk bekerja optimal dan berdedikasi kepada rakyat Indonesia. Penekanan ini disampaikan dalam rangka mendorong kemajuan bangsa.

Saat meresmikan Groundbreaking Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi di Karawang, Jawa Barat, pada Minggu (29/6), Prabowo menyatakan, “Saya terima kasih tim saya, kabinet saya semuanya kerja dengan baik, kerja dengan cepat, yang tidak bisa ikut cepat kita tinggalkan di pinggir jalan saja.” Ia menegaskan bahwa rakyat Indonesia mengharapkan kinerja terbaik dari para menteri.

Prabowo juga menyampaikan bahwa rakyat Indonesia memiliki harapan besar kepada pemerintah untuk memajukan negara. Ia meyakinkan bahwa program hilirisasi di Indonesia akan terus berjalan di bawah kepemimpinannya. Ia menambahkan, “Hitungan saya tidak lama, lima tahun paling lambat enam tahun, tujuh [tahun], kita bisa swasembada energi.”

Pada Minggu (29/6), Presiden Prabowo meresmikan Groundbreaking Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Proyek yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional ini memiliki nilai investasi sebesar US$5,9 miliar dan luas area 3.023 hektare. Ia menyebut peresmian ini sebagai momen bersejarah.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Hadir pula Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Duta Besar Cina Untuk Indonesia Wang Lutong, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perumahan Maruarar Sirait, Menteri BUMN Erick Thohir, CIO Danantara Pandu Sjahrir, COO Danantara Dony Oskaria, hingga Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

Bahlil menjelaskan bahwa proyek ini telah dikerjakan selama kurang lebih empat tahun. Proyek ini merupakan pengembangan industri dari hulu ke hilir yang terdiri dari enam proyek terintegrasi yang dikembangkan bersama antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan Konsorsium CATL, Brunp, Lygend (CBL). Dari enam proyek tersebut, lima proyek dikembangkan di Kawasan FHT Halmahera Timur dan satu proyek di Karawang. Proyek ini diperkirakan akan menyerap 8 ribu tenaga kerja langsung, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan mencakup 18 proyek infrastruktur dermaga multifungsi.